MMB mengimbau masyarakat untuk menaati aturan larangan mudik

Dia juga bersimpati kepada masyarakat yang belum bisa pulang selama dua hari Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Persatuan Milenial Muslim (MMB) Khairul Anam mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengikuti peraturan pemerintah agar tidak pulang pada Idul Fitri tahun ini. Anam juga mendukung ketegasan polisi dalam menjaga agar aturan larangan mudik lebaran sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 beserta adendumnya ditegakkan.

Menurut Anam, keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran tentunya telah melalui berbagai kajian dan pembahasan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama. Dasar kebijakan ini jelas, yakni kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Korps Lalu Lintas (Korlantas), Anam menyampaikan salut dan dukungannya atas ketegasan MMB dalam menindak tegas pelanggar kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2021.

“Kami menyadari sikap ini tidak disukai, namun kebijakan Polri bersedia menjadi tidak populer adalah untuk menjaga kepentingan yang lebih besar, yaitu kemungkinan ancaman pandemi yang besar, itulah yang kami hargai,” kata Anam, Sabtu. (1/5).

Menurut Anam, jangan karena keinginan untuk bertemu dan bersilaturahmi di desa yang kerap melupakan protokol Covid-19 justru membuat negara kembali terancam pandemi. Dia mencontohkan bagaimana pemerintah dan masyarakat India enggan untuk menahan diri dari pertemuan massal dalam kampanye politik dan prosesi keagamaan Kumb Mela, yang kini menjadikan negara itu paling rentan terhadap Covid-19 di dunia.

“India juga telah menjadi kawasan super-spreader yang tidak hanya dijauhi oleh semua orang di dunia, bahkan pernah mengalami eksodus besar-besaran orang-orang kaya mereka, jauh dari negara tersebut,” kata Anam.

Ia juga bersimpati kepada masyarakat yang selama dua Idul Fitri ini tidak bisa pulang untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Meski demikian, Anam mengingatkan, silaturahim tidak hanya bisa dilakukan secara massal di masa depan, namun menjaga agar pandemi yang sudah ada menjadi wabah yang jauh lebih dahsyat bahkan lebih penting.

“Tahun lalu kita semua punya pengalaman bersilaturahim saat di luar Lebaran, tanpa kedatangan massal ke kampung halaman, dan bisa terselenggara dengan baik. Ini sebenarnya bisa menjadi modal kita untuk mengulang tahun ini,” ujarnya.

Mabes Polri melalui Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal (Pol) Istiono, menyatakan akan menindak tegas para pelaku dan pihak yang berusaha membantu menggerogoti upaya pemerintah memberlakukan larangan mudik 2021. untuk mengawasi jalan tikus di sana.

Mereka yang melanggar, kata Istiono, bisa mendapatkan sanksi mulai dari penyitaan tiket hingga penyitaan kendaraan.

“Semuanya sudah saya identifikasi dan akan saya tindak tegas jika mereka melakukan pelanggaran. Hukumannya jelas. Jika perlu, dia akan ditahan hingga akhir Lebaran,” kata Istiono, Kamis (29/4) lalu.




Source