Moeldoko: Perlu Ada Pembinaan Petani Dalam Kendalikan Impor Komoditas Garam

    Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta pemerintah memastikan adanya pembinaan bagi petani garam di daerah agar dapat memaksimalkan produksi garam rakyat secara optimal agar mampu menekan kebutuhan impor komoditas garam.

    “Saya minta pembinaan kepada petani garam agar masuk dalam Perpres (keseimbangan komoditas), karena produksi petani garam kita memang kurang bagus,” kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

    Moeldoko mencontohkan beberapa situasi di mana petani garam lokal mengabaikan kualitas garam dengan memanen produk garam mereka lebih awal dari waktu panen yang disarankan.

    Alasan petani cepat panen tak lain karena masalah kebutuhan ekonomi.

    Faktanya, memanen garam lebih awal akan menghasilkan garam dengan kualitas yang buruk.

    Lebih lanjut, Moeldoko meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan mengkaji ulang kebijakan terkait pengembangan petambak garam lokal.

    Baca juga: Kebutuhan Garam Nasional 4,4 juta ton per tahun, produksi hanya 2,9 juta ton, selebihnya diimpor

    Moeldoko juga menekankan pentingnya membangun wash plant untuk industri pengimpor garam.

    Pabrik pencucian adalah serangkaian mesin yang digunakan untuk mencuci dan memurnikan garam.

    Teknologi ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas garam rakyat guna memenuhi kebutuhan industri sehingga mampu menyerap produksi garam rakyat dan meningkatkan harga jual garam, serta membangun akses pasar garam berbasis ekonomi kerakyatan. .



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/07/moeldoko-perlu-ada-pembinaan-petani-dalam-pengendalian-impor-komoditi-garam