Muba Bentuk KWT Dukung Pemulihan Ketahanan Pangan Nasional

    Pemerintah Kabupaten Muba telah meluncurkan Pasar KWT yang mendukung petani lokal untuk memasarkan produknya

    REPUBLIKA.CO.ID, MUSI BANYUASIN — Program Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibentuk melalui Dinas Ketahanan Pangan sejak pandemi COVID-19 melanda untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

    “Jadi hari ini ada sosialisasi Gerakan Mandiri Pangan (SMP) Sumsel dengan tujuan mengubah pola pikir beli menjadi jual. Kami laporkan di Kabupaten Muba program itu sudah berjalan dua tahun terakhir.

    “Nama program kita KWT. ​​Alhamdulillah di setiap kecamatan di Kabupaten Muba sudah berjalan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba, Ali Badri ST MT, Rabu (6/10).

    Ali mengatakan Pemkab Muba telah meluncurkan Pasar KWT yang pelaksanaannya dapat memberikan manfaat bagi petani lokal dalam memasarkan produknya. Langkah ini dapat menekan angka kemiskinan, sehingga KWT terus aktif.

    “Bisa jadi peluang bisnis, bahkan saat ini KWT sudah memiliki sistem COD (bayar di tempat, antar alamat) sehingga sangat membantu konsumen di masa pandemi Covid-19. Kami juga melibatkan Bank Sumsel Cabang Babel Sekayu. Nanti tanggal 12 Oktober kita juga akan launching kios KWT di Kecamatan Batanghari Leko. Kegiatan serupa sebelumnya dilakukan di halaman kantor dan di Dekranasda,” jelasnya.

    Ketua Koordinator Tim Sosialisasi Pangan Sumsel yang juga Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Ir Agus Darwo MSi mengatakan gerakan Mandiri Pangan Sumsel memiliki prinsip mengubah pola pikir konsumen menjadi produsen. kebutuhan konsumsi pangan keluarga. Kemudian memproduksi sendiri sebagian kebutuhan pangan untuk konsumsi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan.

    “Dengan terwujudnya Sumsel Mandiri Pangan, masyarakat memiliki kemampuan ketahanan pangan dan gizi keluarga melalui pengembangan ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Ketua TP PKK Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut mengatakan, tujuan awal pendirian KWT adalah untuk membiasakan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sendiri. KWT memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, selain sebagai sumber pendapatan rumah tangga, juga dapat memenuhi kebutuhan gizi.

    “Ini sebuah inovasi, membentuk sistem dari pemanfaatan pekarangan rumah yang hasilnya bisa didistribusikan dengan baik. Oleh karena itu, kami Pemkab Muba sangat siap mendukung Gerakan Mandiri Pangan Sumsel,” pungkasnya.

    Ketua Dekranasda Kabupaten Muba juga mengatakan bahwa KWT berpeluang untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Muba. Mendirikan usaha yang selaras dengan kondisi lingkungan, kata Thia, tidak hanya menyentuh aspek sosial tetapi juga memperhatikan ekonomi. Caranya adalah dengan memanfaatkan pekarangan/pekarangan rumah yang berpotensi menciptakan swasembada pangan bagi setiap warga.



    https://www.republika.co.id/berita/r0k0br349/muba-bentuk-kwt-dukung-pemulihan-ketahanan-pangan-nasional