Muhammadiyah: Gantikan Mudik dengan Virtual Gathering

Muhammadiyah mengimbau warga untuk tidak pulang dan menggantinya dengan kunjungan virtual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad meminta masyarakat muslim bersabar dalam lulus ujian pandemi Covid-19, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dia mengajak orang untuk tidak pulang dan menggantinya dengan keramahtamahan virtual.

Menurut Dadang, setelah libur panjang, biasanya jumlah kasus Covid-19 mengalami lonjakan tinggi. “Jadi bagi umat Islam bersabarlah. Kita ubah cara silaturahim dengan virtual, online, atau telepon, agar Covid-19 cepat terkontrol dan teratasi,” ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (20/4).

Dadang mendukung kebijakan larangan mudik. Sebab, kata dia, Covid-19 masih eksis dan transmisinya masih tinggi. Oleh karena itu, jika mudik ini tidak dilarang, dikhawatirkan akan terjadi pergeseran penyebaran Covid-19 dari perkotaan ke pedesaan.

“Ini akan sulit untuk dikendalikan nanti. Jadi, kami imbau untuk tidak pulang dan patuh pada peraturan pemerintah. Insya Allah bila sudah normal, mudik bisa dilakukan dengan aman dan damai,” ucapnya.

Dadang juga menambahkan, PP Muhammadiyah telah mengeluarkan surat edaran tentang tuntunan ibadah Ramadhan 1442 H dalam situasi darurat Covid-19. Surat edaran ini mengatur bahwa shalat Idul Fitri diutamakan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

Takbiran Idul Fitri dapat terjadi di masjid, musholla, atau pelanggaran asalkan tidak ada jemaah di sekitar yang terindikasi positif Covid-19. Namun dengan tetap menerapkan pembatasan jumlah orang dan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin.

“Jadi untuk daerah dengan tingkat keterpaparan tinggi, tidak ada takbiran kolektif, termasuk shalat Idul Fitri. Takbiran di rumah, tidak di luar. Maupun di masjid, tidak serentak,” ujarnya.




Source