MUI: Masjid di Zona Hijau atau Kuning Covid-19, Dipersilahkan Menyembelih Hewan Kurban

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengimbau setiap masjid di zona merah Covid-19 untuk mematuhi ketentuan yang diberlakukan pemerintah pusat.

Yang dimaksud dengan menghindari kerumunan orang yang berpotensi membuat penularan virus Covid-19 semakin masif saat menyembelih hewan kurban.

Dia berpesan kepada pengurus masjid, terutama yang berada di zona merah Covid-19, untuk bekerja sama dengan rumah jagal.

“Kalau bisa kerjasama dengan jagal hewan supaya bisa dipotong di RPH, baru bisa didistribusikan dagingnya,” kata Cholil saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (4/7).

Namun, masjid yang berada di zona hijau atau kuning Covid-19 dipersilakan untuk menyembelih hewan kurban.

Baca juga: Sholat Idul Fitri Berjamaah di Zona Merah Jauh Covid-19, Begini Tanggapan Tiga Ormas Islam

Namun setiap komunitas atau panitia kurban dapat memprioritaskan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini semata-mata untuk menghindari penyebaran Covid-19 selama perayaan Idul Adha.

“Silahkan masing-masing tempat menggelar kurban namun tetap menjaga protokol kesehatan, jangan berkerumun,” ujarnya.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan tanggapan terkait kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Agama yang menghapuskan salat Idul Adha 1442 H untuk wilayah zona merah Covid-19.

Penghapusan salat Idul Adha sendiri mengacu pada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang telah ditentukan. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Baca juga: PP Muhammadiyah Lanjutkan Program Vaksinasi Covid-19 Lintas Iman



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/05/mui-masjid-di-zona-hijau-atau-kuning-covid-19-dipersilakan-melakukan-pemotongan-hewan-kurban