MUI: Seseorang Terkena Covid-19 Mungkin Tidak Cepat

    Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Divisi Fatwa Asrorun Niam (kiri), Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud (kanan) saat jumpa pers terkait fatwa vaksin sinovac covid-19 di Jakarta, Jumat ( 8/1).

    Foto: Republika / Thoudy Storm

    Jika puasa memperburuk kondisi penderita Covid-19, maka dibolehkan untuk tidak berpuasa.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa orang yang terpapar Covid-19 diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Asroroun Niam Sholeh.

    Ia mengatakan, jika puasa membuat seseorang terpapar Covid-19 semakin parah, maka dibolehkan untuk tidak berpuasa. Namun semua itu harus melalui pertimbangan dokter, karena menurutnya tidak boleh hanya memikirkannya sendiri.

    Niam menambahkan, jika sudah sembuh wajib berpuasa kembali.

    Editor Video | Fian Firatmaja




    Source