MUI: Zakat Bisa Diarahkan Atasi Covid-19

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Divisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan Fatwa Nomor 24 Tahun 2021.

Asrorun mengatakan fatwa ini berisi pedoman penyelenggaraan ibadah di bulan Ramadhan dan Syawal 1442 Hijriah.

“Hari ini Majelis Ulama Indonesia sedang melakukan pembahasan intensif mulai dari pagi hingga sebelum satu jam sebelumnya, dan sudah ditetapkan fatwa terbaru. Fatwa Nomor 24 Tahun 2021, tentang pedoman penyelenggaraan ibadah di bulan Ramadhan dan Syawal,” kata Asrorun. dalam diskusi online yang disiarkan di kanal Youtube BNPB, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Antisipasi Penyaluran Zakat ke Teroris, BAZNAS Gandeng Bareskrim

Berdasarkan fatwa tersebut, Asrorun mengatakan kewajiban memberikan zakat bagi umat Islam yang memenuhi syarat dapat diarahkan untuk pencegahan Covid-19.

“Misalnya ada kewajiban zakat bagi umat Islam yang memenuhi syarat. Maka ini bisa didedikasikan dan juga diarahkan untuk penanggulangan Covid-19, baik yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung,” kata Asrorun.

Baca juga: Perpres ASN Zakat dan Gerakan Cinta Zakat Jadi Hasil Rapat Koordinasi Nasional

Menurut Asrorun, suasana Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 harus dibangun dengan optimisme.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih optimis melaksanakan sholat di bulan Ramadhan dibanding tahun lalu.

“Kita harus membangun optimisme bahwa Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya karena kondisi sosial kita,” kata Asrorun.

Baca juga: Baznas Gandeng Bareskrim Polri Menelusuri Penghimpunan Zakat untuk Mendanai Terorisme

Seperti diketahui, Kementerian Agama memutuskan pada 1 Ramadhan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021).

Penetapan awal Ramadhan ini diambil berdasarkan hasil sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Senin (12/4/2021).




Source