Mukbang dianggap mempromosikan limbah makanan

Video mukbang telah dikritik di China karena mempromosikan limbah makanan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Komisi pengawas korupsi China telah meminta platform berbagi video online untuk mengambil tindakan terhadap acara mukbang. Menurut komisi tersebut, konten yang berisi orang-orang yang menyiarkan langsung makan atau minum mereka secara berlebihan mendorong pemborosan makanan.

Video mukbang berasal dari Korea Selatan dan semakin populer di China. Video tersebut dikritik oleh pemerintah dan media di China. Terlebih lagi, Presiden China Xi Jinping meluncurkan kampanye untuk mengekang limbah makanan tahun lalu.

Pengawas korupsi negara itu, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), mengatakan platform video harus memperkuat pengawasan mereka, menghentikan dan menghapus siaran yang tidak pantas dan memblokir akun pelanggar. Alarabiya, Minggu (11/4).

Hukuman bagi orang yang memposting konten semacam itu juga harus diperkuat, kata komisi itu dalam sebuah artikel yang diposting di situsnya pada hari Sabtu.

China menindak konten yang ‘tidak pantas’ di situs berbagi video Kuaishou pada tahun 2018, menangguhkan akun salah satu pengguna yang dikenal sebagai Hebei Pangzai.

Situs tersebut secara teratur membagikan video dirinya minum bir dalam jumlah besar dengan 400.000 pengikutnya. Karena penangguhan di Kuaishou, Hebei sekarang membagikan video tersebut di Twitter.

Sebagai catatan, badan pengawas mengatakan beberapa orang yang mengunggah video mukbang memperoleh 3.000 yuan (Rp. 6,7 juta).




Source