Mutasi Virus Ada Di Semua Provinsi, Harus Ada Intervensi

Pemerintah harus lebih memperketat pemantauan penyebaran virus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Laura Navika Yamani, mengatakan terkait mutasi virus Covid-19, pemerintah harus lebih memperketat pengawasan. penyebaran virus. Dia menegaskan, evaluasi terhadap karakteristik virus Covid-19 harus dilakukan secara rutin.

“Pemerintah harus lebih mendorong upaya mendeteksi mutasi tersebut lebih dini. Sehubungan dengan situasi yang muncul, misalnya meningkatnya penyebaran, tingkat keparahannya tinggi,” kata Laura saat dihubungi. Republika.co.id, Jumat (23/4).

Menurutnya, perlu dipastikan ciri-ciri virus yang beredar di Indonesia. Pasalnya, berbagai mutasi yang merebak di berbagai daerah merupakan hal yang harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah.

Laura mengatakan pemerintah perlu mengetahui bentuk penyebaran dan melihat persentasenya. Jika persentase mutasi yang tinggi terjadi di suatu daerah, maka kebijakan harus segera diambil.

“Sangat besar, dalam arti acak. Ini Baik Anda bisa melihat persentase mutasi yang didapat sampai berapa. Jika ada gambaran bahwa prevalensi mutasi cukup tinggi, maka itu pasti kebijakan dari pemerintah. Harus ada intervensi yang mungkin lebih banyak Iya, dibandingkan dengan kondisi yang tidak bermutasi, “tambah Laura.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, varian baru Covid-19 sudah menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Temuan ini didasarkan pada mekanisme whole genome sequencing (WGS) pemerintah untuk memetakan distribusi varian mutasi Covid-19.

Wiku menjelaskan, setidaknya ada tiga varian Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia, di antaranya varian mutasi B117 dan E484K. Ia juga mengatakan, temuan varian baru virus corona paling banyak ditemukan di provinsi dengan kota padat penduduk besar, terutama Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.




Source