Nadiem: Pembelajaran Jarak Jauh Dapat Meningkatkan Tingkat Stres Orang Tua

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdampak psikososial pada siswa.

    Menurutnya, banyak anak yang mengalami kebosanan di rumah, kebosanan, dengan banyaknya video conference yang diadakan.

    “Banyak juga dari mereka yang kesepian dan mengalami depresi karena tidak ketemu temannya dengan gurunya,” kata Nadiem dalam acara Talkshow Peringatan Hardiknas di saluran Youtube PDI Perjuangan, Rabu (5/5/2021).

    Baca juga: Hardiknas, Puan Minta Kemendikbud Perhatikan Angka Putus Sekolah dan Efektifitas PJJ

    Berbagai masalah domestik juga terjadi akibat pembelajaran jarak jauh. Berawal dari stres akibat terlalu banyak berinteraksi di rumah.

    Nadiem mengaku, pihaknya juga mendapat laporan mahasiswa mengalami berbagai macam kekerasan dalam rumah tangga saat berada di rumah.

    Sejumlah siswa SD mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui saluran televisi satelit Bandung 123 di ruang Kantor RW 05, Desa Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (13/10/2010). Channel TV Satelit Bandung 132 diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan menayangkan program Padaringan (Pembelajaran Online) yang berisi ratusan konten video mata pelajaran dari tingkat SD hingga SMP sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh bagi siswa saat pandemi Covid-19. . (TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR / TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN)

    “Hal ini juga terjadi di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia. Tingkat stres juga meningkat dibandingkan orang tua. Mereka yang sibuk juga harus membantu membimbing anaknya dalam proses belajar jarak jauh,” kata Nadiem.

    Dari berbagai faktor yang ada, Pemerintah menilai PJJ belum optimal. Apalagi di daerah terpencil dan terluar yang infrastruktur teknologinya belum memadai.

    “Kita sudah tidak sabar lagi dan mengorbankan pembelajaran dan kesehatan mental dibandingkan siswa kita,” pungkas Nadiem.




    Source