NAMA KAJARI DAN KASI PIDSUS DICATUT PENELEPON GELAP

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ulah oknum penelepon gelap yang membawa, mengatasnamakan dan bahkan mencatut nama sejumlah pejabat ataupun aparat penegak hukum didaerah ini entah sudah berapa kali terjadi, termasuk kali ini kembali mencatut nama Kajari Sumbawa Paryono SH dan Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, dengan modus oknum penelepon gelap menghubungi sejumlah oknum pelaksana proyek pembangunan jaringan irigasi tambak Penyaring yang pekan sebelumnya telah diperiksa dan dimintai keterangan klarifikasi oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa terkait dengan proses lidik atas kasus tersebut, namun beruntung tak memakan (membully) korbannya, karena penerima telepon segera mengambil insiatif menghubungi pihak Kejaksaan, sehingga upaya penipuan yang dilakukan oknum penelepon gelap itu tidak berhasil dilakukan.
Awalnya nama saya dan pak Kajari dicatut oleh penelep gelap misterius itu diketahui terang Kasi Pidsus Kejari Sumbawa jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Rabu siang (03/10) kemarin setelah pihaknya mendapatkan informasi langsung dari pak Basuki maupun pak Yoyok pelaksana dari proyek tambak Penyaring itu, katanya mereka pada Selasa siang dan sore hari mendapatkan telepon melalui jaringan telepon seluler (HP) penelepon gelap 08238605xxxx yang mengaku sebagai Kasi Pidsus maupun yang mengaku sebagai Kajari Sumbawa dengan no HP 08533261xxxx, yang inti ujung-ujung pembicaraannya penelepon gelap meminta pinjaman uang sebesar Rp 10 Juta dengan harapan dapat dikirim kepada ajudan Kajari melalui rekening BRI No 73901011048534 atas nama Lucki Prasetyo, namun beruntung permintaan tersebut tidak dilayani.
“Oleh karena itu, saya telah meminta kepada pak Basuki dkk dan kepada segenap lapisan warga masyarakat ini agar dapat lebih berhati-hati dan waspada terhadap upaya penipuan yang dilakukan oknum penelepon gelap apalagi mengatasnamakan Kajari ataupun atas nama kami selaku Kasi Pidsus, sebab kami pihak Kejaksaan tidak pernah melakukan hal semacam itu, dan pencatutan nama seperti ini sudah beberapa kali terjadi disaat tim Jaksa tengah menangani sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi, sehingga kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada sejumlah pihak terkait yang dengan segera menginformasikan kepada pihak Kejaksaan terkait dengan adanya penelepon gelap tersebut,” pungkas Jaksa Raka akrab ia disapa awak media.