NAMA KAJARI SUMBAWA DICATUT PENELEPON GELAP

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ditengah tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa sedang gencarnya melakukan proses penyelidikan intensif melalui kegiatan Puldata dan Pulbuket atas sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi didaerah ini (Sumbawa dan KSB) selalu saja diterpa isue miring dan kali ini untuk yang kesekian kalinya nama Kajari Sumbawa dicatut oknum penelepon gelap yang hendak berusaha mencari keuntungan dengan menelepon sejumlah pejabat ataupun pengusaha, namun beruntung berkat kesigapan dan kewaspadaan calon korbannya tidak berhasil diperdaya ataupun dikelabui.
Adalah Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (OH-TBBM) Pertamina Badas Sumbawa Budi Mustanto dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB Rabu (03/01) kemarin mengungkapkan dan mengaku kalau dirinya pekan lalu mendapat telepon dari oknum penelepon gelap yang mengaku sebagai Kasi Intel dan Kajari Sumbawa, berawal ketika itu dua hari sebelumnya baru saja menjalani pemeriksaan dan pengambilan keterangan oleh Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa dalam statusnya sebagai saksi serangkaian dengan kegiatan penyelidikan atas kasus dugaan penyalahgunaan BBM Bersubsidi didaerah ini, tiba-tiba saja saat dirinya berada di kantor telepon selulernya berdering dan diihat ada masuk nomor 08128217886 yang tak dikenal karena nama pemiliknya tidak muncul.
Kendati demikian teleponpun diangkat terang Budi Mustanto, dan dari seberang terdengar suara seorang laki-laki berlogat jawa mengaku sebagai pak Erwin Kasi Intel dengan mengatakan kalau pak Kajari Sumbawa ingin ngomong, sehingga pembicaraanpun dilakukan dengan oknum penelepon gelap yang mengaku sebagai Kajari Sumbawa yang intinya membicarakan soal tindak lanjut dari kasus BBM Bersubsidi yang sedang ditanganinya, dengan meminta tanggapan kepada kami tetapi saya menjawabnya kalau pihaknya (Pertamina) hanya menyalurkan BBM sesuai dengan aturan yang berlaku, dan bahkan oknum penelepon gelap tersebut juga menanyakan soal pemilik SPBU Km-3 (Muzair), untuk kemudian sambunganpun terputus karena mungkin dirinya tidak memberikan respon.
Namun beberapa waktu kemudian, Muzair pemilik SPBU Km-3 justru menelepon kepala Pertamina Badas yang mengaku juga mendapat telepon dari orang yang mengaku sebagai Kajari Sumbawa dan ujung-ujungnya kalau oknum penelepon gelap tersebut butuh uang sebesar Rp 150 Juta, dan bahkan ingin menggadaikan mobilnya, tetapi saat dikatakan kalau ingin menemui Kajari secara langsung justru oknum penelepon gelap tersebut melarangnya dan meminta agar masalah ini tidak disebarluaskan dan sambunganpun terputus.
Menanggapi adanya oknum penelepon gelap yang mencatut namanya itu, Kajari Sumbawa Paryono SH ketika dikonfirmasi sejumlah awak media massa cetak dan on-line diruang kerjanya Rabu (03/01) kemarin justru menghimbau kepada segenap elemen masyarakat didaerah ini bukan saja pejabat Dinas Instansi ataupun Kepala Pertamina ataukah pengusaha SPBU termasuk smeua keluarga yang berkaitan dengan perkara, bahwa pihaknya tidak pernah namanya meminta-minta apalagi dikaitkan dengan penanganan suatu kasus (perkara) itu sich zaman jahiliyah yang begitu itu, dan perlu diketahui kalau HP-nya hanya cuman satu aja ini.
“Kalau ada oknum penelepon gelap yang mengaku sebagai dirinya ditolak aja, dan sebaiknya lakukan konfirmasi kepada pihak Kejaksaan, jadi yang jelas tidak ada permintaan yang begitu itu dan jangan sampai dimanfaatkan dan termakan godaan dan rayuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, karena itu diminta agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati sebab banyak cara dan modus pelaku penelepon gelap untuk memperdayai korbannya,” pungkas Kajari Paryono.