Needdem Minta Parpol Bantu Akhiri Konflik Pilkada Yalimo

Needdem meminta partai politik tidak memprovokasi pendukungnya untuk melakukan kerusuhan di Yalimo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengesahkan pasangan calon nomor urut 1 Erdi Darbi-John W Wilil dan memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Yalimo untuk Pilkada DKI Jakarta. kedua kalinya, yang menyebabkan pembakaran beberapa gedung pemerintah. . Perhimpunan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta parpol untuk tidak memprovokasi pendukungnya untuk melakukan kerusuhan.

“Partai pendukung harus menghormati putusan MK, jangan memprovokasi masyarakat untuk berdemonstrasi,” kata Direktur Eksekutif Needdem Khoirunnisa Nur Agustyati kepada Republika.co.id, Selasa (6/7).

Khoirunissa mengatakan, parpol harus mengedukasi pendukungnya bahwa putusan MK sudah final dan mengikat, termasuk dalam kasus sengketa hasil pilkada, sehingga harus dilaksanakan. Tidak ada proses hukum lain setelah MK mengeluarkan putusan.

Para pemangku kepentingan juga harus memastikan jaminan keamanan bagi penyelenggara pemilu. KPU dan Bawaslu juga harus profesional dalam menangani permasalahan di lapangan dalam melaksanakan putusan MK.

Sebab, menurut dia, putusan MK mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 1 bisa diantisipasi sejak awal oleh penyelenggara pemilu. Hal ini terkait dengan isu status mantan narapidana Erdi Darbi usai membunuh seorang polwan anggota Propam Polda Papua pada 17 September 2020 karena mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk.



https://www.republika.co.id/berita/qvunpr354/perludem-minta-parpol-bantu-hentikan-konflik-pilkada-yalimo