Nelayan Mulai Merasakan Manfaat Program Bariri Nelayan

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Sebagian besar nelayan di Desa PotoTano Kecamatan Poto Tano, mulai merasakan kenaikan drastis hasil tangkapan mereka. Satu rumah tangga nelayan diketahui mampu menghasilkan 25 hingga 75 kilogram dalam satu kali trip melaut. Satu trip ditempuh nelayan selama lima hari melaut. “Data petugas di lapangan, satu trip nelayan bisa menghasilkan Rp 3,5 juta sampai Rp 4,5 juta dalam lima hari saja. Selain Gurita, ada juga ikan Tenggiri dan Kerapu. Itu peghasilan satu rumah tangga nelayan saja,” kata, Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Keluatan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Noto Karyono.
Di Poto Tano aktifitas bongkar muat nelayan terlihat bergairah. Dari pantauan Media, puluhan perahu nelayan hilir mudik mengangkut hasil tangkapan nelayan serta menjualnya ke pengepul. Sejumlah box berisi ikan seperti Cumi dan Gurita terisi penuh. Pengepul dengan kendaraan pick up juga terlihat memuat hasil tangkapan tadi langsung di dermaga nelayan, setempat. “Alhamdulillah, memang hasil tangkapan belakangan ini bagus. Pengusaha membawa kapal induk Minamaritim 015. Mereka yang beli. Sementara yang nangkap nelayan yang memiliki perahu bantuan program Bariri kemarin. Jelajah perahu ini sampai laut lepas dan antar selat, luar biasa,” kata nelayan setempat, Saleh.
Saleh dan sejumlah nelayan lainnya berterimakasih  atas bantuan pemerintah ini. Ke depan, nelayan berharap banyak pengusaha perikanan masuk dan bisa membeli hasil tangkapan nelayan.
Selain itu, tangginya hasil tangkapan bisa berdampak terhadap berdirinya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan perusahaan pengolahan perikanan lainnya.
Meningkatnya hasil tangkapan nelayan ini diakui dipengaruhi dengan bantuan pemerintah melalui program bantuan sampan Bariri Nelayan. Program Bariri lahir dari induknya, yakni Perda Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR) No. 3 tahun 2016.
Program ini memungkinkan nelayan mendapat akses kebutuhan sarana tangkap seperti perahu, mesin dan jaring hanya dengan menabung 10% dari nilai pinjaman. Tabungan ini kelak terkumpul 150 persen, dan akan kembali ke nelayan juga.
Noto mengatakan, dengan satu perahu satu rumah tangga nelayan ikut meningkatkan tumbuh kembangnya ekonomi nelayan. Belum lagi, potensi terumbuh karang dan potensi asri yang dimiliki perairan gili  balu ikut meningkatkan hasil tangkapan. “Sejak 2017 kita sudah membuat treatmen apartemen ikan dengan luas satu hektar di perairan seputar Gili Balu. Satu koordinaat apartemen ikan, bisa menghasilkan tangkapan hingga radius 500 meter. Artinya, dalam radius 500 meter, nelayan bisa mendapatkan ikan dengan bobot satu hingga 10 kilogram,” akunya.
Data DKP setempat melaporkan bahwa di Poto Tano, pemerintah menggelontorkan sedikitnya 138 perahu bantuan nelayan melalui program Bariri di tahun 2017. Bantuan ini sudah diterima serta digunakan nelayan untuk melaut serta mencari penghidupan sehari hari.
Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), baru-baru ini mencanangkan program One Fisherman One Boat, satu nelayan satu perahu. Ditargetkan, 2018 seluruh nelayan sudah memiliki perahu.