Neraka Pengungsi Afghanistan di Pangkalan Amerika Serikat

    Kondisi kamp pengungsi Afghanistan di pangkalan Amerika Serikat menyedihkan

    REPUBLIKA.CO.ID, DOHA – Kondisi pengungsi Afghanistan di pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Qatar digambarkan seperti neraka.

    Menurut bocoran e-mail ke Axios, dilaporkan ada banyak kotoran dan urin yang menutupi lantai dan tikus mengganggu tempat tinggal sementara mereka.

    Sebuah email yang dikirim oleh penghubung Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengatakan situasi bagi warga Afghanistan di pangkalan udara adalah bencana kemanusiaan yang mengancam jiwa.

    “Hari ini adalah hari yang lembab di mana orang Afghanistan ditempatkan di neraka yang hidup. Sampah, urin, feses, tumpahan cairan, dan muntahan menutupi lantai. Manusia ini dalam mimpi buruk,” bunyi kutipan dari email tersebut.

    Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pihaknya bekerja dengan Departemen Pertahanan untuk mengatasi masalah yang muncul dan memperbaiki kondisi ketika kekhawatiran diketahui.

    “Kami bekerja cepat dan meningkatkan personel konsuler di Qatar untuk meredakan situasi saat ini,” kata juru bicara itu, yang meminta tidak disebutkan namanya.

    Ia melakukan segala yang dapat dilakukan untuk memastikan warga Afghanistan yang tinggal di Doha dalam kondisi baik.

    Pada hari Senin, MEE melaporkan pada kabel diplomatik Departemen Luar Negeri yang bocor di mana staf lokal di Kedutaan Besar AS di Kabul mengkritik perlakuan terhadap pengungsi Afghanistan di fasilitas yang dikelola AS.

    Salah satu staf mengeluhkan kurangnya toilet terutama untuk wanita. Juru bicara Pentagon John Kirby menyadari masih ada sesuatu yang hilang dari fasilitas tersebut. “Kondisi di Al Udeid (pangkalan udara di Qatar) bisa lebih baik,” katanya.

    Centcom mengatakan telah menghadapi banyak tantangan dalam menangani pengungsi Afghanistan. Mereka mengklaim telah membuat kemajuan dan berkomitmen untuk berbuat lebih banyak dan meningkatkan fasilitas.

    Juru bicara Centcom Kapten Angkatan Laut William Urban mengatakan telah menambahkan tong sampah, memasang 111 toilet portabel dengan 39 lainnya, memasang fasilitas cuci tangan dan sanitasi, dan menawarkan 7.000 makanan tiga kali sehari.

    Sementara itu, email yang bocor menyoroti sifat kacau penarikan Amerika Serikat dari Afghanistan dan operasinya untuk mengevakuasi warga Amerika, staf diplomatik, dan warga Afghanistan yang membantu misinya. Presiden AS Joe Biden dan pemerintahannya telah menghadapi kritik atas penanganan mereka terhadap evakuasi yang dimulai sehari sebelum Taliban menguasai Kabul.

    Adegan dan cerita tentang kondisi di al-Udeid juga menunjukkan bahwa personel AS tidak siap untuk menangani masuknya pengungsi dan memberi mereka lingkungan yang aman dan bersih.

    Dilaporkan Mata Timur Tengah, Rabu (25/8), email tersebut dibagikan kepada Axios oleh seorang pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya. Dia mengkritik Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih karena pemikiran dan perencanaan darurat yang tidak memadai mengenai pembangunan fasilitas yang sesuai untuk menampung pengungsi Afghanistan.

    Sementara itu, Gedung Putih memuji upaya evakuasi secara keseluruhan. Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat telah mengevakuasi lebih dari 37.000 orang dari Afghanistan sejak 14 Agustus.

    “Anda membuat penyesuaian dan pada akhirnya Anda menjalankan operasi yang memindahkan ribuan orang setiap hari. Itulah yang kami capai minggu ini. Kami sangat prihatin dengan kesulitan selama proses evakuasi,” kata Sullivan, Senin.

    Sumber: middleeasteye



    https://www.republika.co.id/berita/qyecq5320/neraka-pengungsi-afghanistan-di-pangkalan-amerika-serikat