Nilai Idul Fitri Pengusaha Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Leverage Konsumsi

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Reynas Abdila

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ajib Hamdani mengatakan Idul Fitri harus menjadi momentum untuk mendorong konsumsi.

    Leverage omzet ekonomi makro meningkat signifikan, terutama dengan adanya aliran tunjangan hari raya (THR), kata Ajib dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021).

    Data pemerintah menunjukkan dana THR ini beredar di kisaran Rp 150 triliun.

    Jika disandingkan dengan data Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2020 sebesar 15.434,2 triliun, dana bulat THR ini menyumbang 1 persen dari PDB.

    Baca juga: Pengusaha Didorong untuk Mengajukan Pinjaman ke Bank untuk Modal Kerja

    “Tidak mengherankan bila Ibu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia, menyarankan agar masyarakat membelanjakan alokasi THR yang ada, terutama belanja untuk komoditas produksi dalam negeri,” ujarnya.

    Harapannya tentunya dapat memberikan multiplier effect khususnya pertumbuhan UKM di Indonesia, karena UKM menopang lebih dari 60 persen PDB.

    Baca juga: Perbanas Institute Siapkan Sumber Daya Manusia untuk Memajukan Industri Keuangan Indonesia Perbankan dan Teknologi Informasi

    Di sisi lain, pergerakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 masih terkontraksi 0,74 persen.

    Ini memperpanjang periode ketika ekonomi Indonesia memasuki ambang resesi.

    Baca juga: Geledah Rumah Pengacara Maskur Husain, KPK Sita Dokumen Perbankan

    Peningkatan daya beli masyarakat pada momentum Idul Fitri dapat menjadi salah satu pendorong dan penunjang pertumbuhan ekonomi triwulan II seperti yang diharapkan.

    HIPMI menegaskan, Pemerintah harus menjaga ritme daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat, sekaligus menekan potensi inflasi.

    Karena bila terjadi inflasi (misalnya akibat kebijakan perpajakan yang tidak tepat) maka secara langsung akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

    “Kuartal II ini menjadi tolak ukur pencapaian target pertumbuhan ekonomi agregat 2021 sebesar 4,5-5,5 persen. Lebaran harus dikelola dengan baik agar menjadi momentum untuk keluar dari resesi,” pungkasnya.




    Source