Nubuat Nabi Muhammad SAW Tentang Kondisi Kepemimpinan Muawiyah

    Kepemimpinan Muawiyah adalah awal dari sistem raja

    REPUBLIKA.CO.ID, — Muawiyah bin Abi Sufyan adalah sahabat yang dipercaya untuk menulis wahyu ketika Nabi SAW masih hidup.

    Karena keahliannya, ia memegang banyak posisi penting selama kekhalifahan Rasyid, seperti gubernur dan panglima perang. Hingga akhirnya sejarah mencatatnya sebagai pendiri Dinasti Umayyah.

    Kepemimpinan Muawiyah sebagai khalifah masih diperdebatkan oleh para sejarawan. Lalu bagaimana dengan kepemimpinan Muawiyah?

    Dilansir dari Alyaum Assabi’, hal ini dijelaskan dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah dengan judul “Muawiyah bin Abi Sufyan dan Kerajaannya”. Kitab ini menjelaskan bahwa dalam hadits, khilafah setelah Nabi berlangsung selama tiga puluh tahun, setelah itu diikuti dengan sistem periode tiga puluh tahun dalam sejarah, diakhiri dengan kekhalifahan Hasan bin Ali, sehingga Muawiyah adalah yang pertama. raja.

    Dalam hadits dari At-Tabrani diriwayatkan oleh Ali bin Abdul Aziz, dari Ahmad bin Yunus, dari Al Fadl bin Iyad, dari Laits, dari Abdurrahman bin Tsabit, dari Abu Tha’labah Al Khasyni, dari Muadz bin Jabal, dan Abi Ubaidah , mereka berkata, “Rasulullah bersabda:

    ا الأمر ا لافة، ائن لكا ا، ائن ا اا الأرض، لون الحرير، الفروج، الخمور، لى لل ل له له

    “Kepemimpinan akan dimulai dengan rahmat dan kenabian, kemudian menjadi rahmat dan kekhalifahan, kemudian menjadi raja tiran, kemudian menjadi raja diktator yang merusak di bumi, mereka menghalalkan sutra, katak, dan alkohol, dan mereka diberi rezeki darinya dan mereka akan ditolong sampai bertemu dengan Allah SWT.”

    Dalam hadits lain seperti yang terdapat dalam kitab Dalail An-Nubuwwah, meskipun derajatnya lemah, disebutkan bahwa Muawiyah berkata:

    الله ا لنى لى الخلافة لا ل ل الله لى: “يا اوية لكت “Demi Allah, aku tidak menjadi khalifah kecuali karena Rasulullah berkata kepadaku, “Wahai Muawiyah, jika kamu menjadi raja, maka berbuat baiklah.”

    Ada juga hadits lain, antara lain hadits dari Amr bin Yahya bin Said bin Al Ash, dari kakeknya Said yang menjelaskan bahwa ketika Muawiyah sedang minum obat, Rasulullah memandangnya dan berkata kepadanya:

    ا ا ليت ا اتق الله اعدل”. ال اوية: ا لت لىً ل لقول ل الله .

    “Hai Muawiyah, jika kamu dihadapkan pada suatu masalah, bertakwalah kepada Allah dan berlaku adil.” Muawiyah berkata, “Saya masih merasa seperti ada bencana yang menimpa seperti apa yang dikatakan Rasulullah.”

    Kemudian juga disebutkan dari Al Baihaqi meskipun hadits ini tidak populer, menyebutkan bahwa Nabi bersabda:

    الخلافة المدينة، الملك الشام “Kekhalifahan ada di Madinah, dan raja di Syam.” Seperti diketahui, pemerintahan Muawiyah berpusat di Damaskus yang termasuk dalam wilayah Syam.

    Sumber: youm7



    https://www.republika.co.id/berita/qvgi86320/nubuat-rasulullah-saw-tentang-kondisi-kepemimpinan-muawiyah