Obat kadaluarsa di RS Indramayu tidak diberikan kepada masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU – Obat kadaluwarsa yang ditemukan di RS Indramayu tentunya tidak diberikan kepada masyarakat. RSUD Indramayu dinilai gagal memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait keluar masuknya obat.

“Obatnya (yang kadaluwarsa) tidak diberikan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/4).

Temuan obat kadaluwarsa itu terungkap dalam laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Indramayu, saat diperiksa Bupati Indramayu Nina Agustina, ke RSUD Indramayu beberapa hari lalu.

Deden mengaku tidak melihat secara fisik obat kadaluwarsa tersebut. Namun, dari data yang disajikan dalam laporan keuangan, ditemukan adanya obat kadaluwarsa senilai Rp 1,2 miliar.

Deden menuturkan, obat tersebut sudah dibeli sebelumnya ketika masih layak atau sudah kadaluwarsa. Namun, RSUD Indramayu tidak memenuhi SOP terkait pelaksanaan keluar masuknya obat. Seharusnya, jika obat mendekati tanggal kadaluwarsa, rumah sakit harus kembali ke distributor.

Obat kadaluwarsa terdiri dari berbagai jenis. Obat tersebut berasal dari pengadaan pada tahun 2019 dan 2020. Saat dibeli, obat tersebut belum kadaluwarsa.

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menyayangkan kejadian ini. Kedepannya, badan ini akan melakukan evaluasi dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, kami memberikan pembinaan kepada pihak rumah sakit agar pengadaan obat dan pengawasan harus lebih ketat lagi,” kata Deden.


Source