OJK Kembali Gelar Kompetisi Keuangan Inklusif Tahun Ini

    Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui teknologi informasi.

    Oleh karena itu, OJK akan kembali menggelar Kompetisi Keuangan Inklusif (Koinku) pada tahun 2021.

    Kompetisi yang diadakan sejak tahun 2014 ini merupakan salah satu strategi OJK dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan keuangan inklusif.

    “Hasil kompetisi ini diharapkan dapat direplikasi dalam rangka memperluas akses dan pada akhirnya menciptakan masyarakat yang sejahtera,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis Kamis (5/8/2021).

    Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Katadata Insight Center, peningkatan aktivitas transaksi digital didukung oleh konsumen Generasi Z dan Milenial yang berkontribusi 85 persen dari total transaksi.

    Baca juga: OJK: Investor ritel yang melek finansial dapat melindungi diri dari penipuan

    “Transaksi keuangan digital mendorong perekonomian berkembang seiring dengan semakin globalnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dunia,” lanjutnya.

    Saat ini perkembangan transaksi bisnis atau perdagangan semakin meningkat yang didukung oleh internet sebagai media komunikasi untuk kerjasama dan transaksi korporasi.

    Berdasarkan hasil laporan e-Conomy SEA tahun 2020, Indonesia merupakan negara dengan nilai transaksi ekonomi digital tertinggi di Asia Tenggara yaitu sebesar 44 miliar dolar AS dan diproyeksikan pada tahun 2025 nilai transaksi ekonomi digital akan mencapai Rp . 1.748 triliun.

    Ekonomi digital dinilai sebagai salah satu penggerak ekonomi yang memiliki keunggulan antara lain menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, meningkatkan produktivitas di dunia industri, dan meningkatkan persaingan di dunia kerja.

    Banyaknya pelaku ekonomi yang masuk ke ekonomi digital membuat kontribusinya meningkat pesat.

    Baca juga: Mantan Anggota Dewan Komisioner OJK Ilya Avianti Menjadi Senior Advisor di RSM Indonesia

    Selain itu, jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, sebagai salah satu negara terpadat di dunia dan pengguna internet tertinggi di dunia, menjadi keunggulan tersendiri dalam memberikan ruang bagi ekonomi digital untuk berkembang lebih jauh.

    Kolaborasi antara Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan financial technology perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan industri jasa keuangan nasional.

    Ekonomi digital juga dinilai mampu mendukung pemulihan ekonomi, terutama pada masa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).



    https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/08/05/ojk-kembali-gelar-kompetisi-inklusi-keuangan-tahun-ini