OJK: Nilai Kapitalisasi Pasar Saham Naik Jadi Rp 7.173 T

Posisi IHSG per 8 April 2021 lalu telah kembali ke 6.071,72 atau naik 1,55 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai kapitalisasi pasar yang sama yaitu Rp. 7.173 triliun per 8 April 2021. Realisasi tersebut naik 2,93 persen dibandingkan 30 Desember 2020 sebesar Rp. 6.968 triliun.

Yunita Linda Sari, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Yunita Linda Sari, mengatakan sejak awal pandemi Covid-19 Maret 2020, kinerja pasar modal juga terpukul.

“Jika dilihat sejauh tahun ini Kenaikan 2,93 persen, Alhamdulillah naik karena deg-degan begitu juga jatuhnya indeks pada Maret 2020, pertama kali dalam sejarah pasar modal Indonesia. dalam keterkejutan, ”Ujarnya saat Media Gathering, Jumat (9/4).

Menurut dia, kapitalisasi pasar modal produk domestik bruto (PDB) juga meningkat 46,48 persen dibandingkan 30 Desember 2020 sebesar 45,15 persen. Hal ini mendorong perkembangan kapitalisasi pasar modal yang didukung oleh semakin banyaknya emiten dan perusahaan publik di Indonesia.

“Untuk perkembangannya kita sudah ada 803 emiten, ini luar biasa, karena dalam satu hingga dua tahun terakhir prosesnya penggalangan dana Di pasar modal banyak sekali, meski nominalnya tidak terlalu besar dibandingkan periode dua hingga satu tahun lalu, meski sedikit. nilai nominalnya banyak, ”jelasnya.

Yunita mengatakan, 803 emiten tersebut terbagi atas 671 emiten saham, 52 emiten obligasi atau sukuk, dan 80 emiten saham dan obligasi atau sukuk. Meski jumlah emiten perusahaan bertambah, namun tidak semuanya perlu diturunkan.

“Tapi sekarang emiten perusahaan memang banyak, tapi rata-rata tidak semuanya dibutuhkan. Emiten saham dan obligasi yang masuk sukuk. penggalangan dana ada 80 penerbit. Dari 803 tersebut, 724 tercatat di bursa, artinya sisanya tidak, lalu untuk perusahaan publik sembilan tercatat, ”ujarnya.

Dari sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dia menyatakan beberapa hari terakhir sempat mengalami gejolak yang cukup parah akibat sentimen negatif di kalangan investor institusi. Namun, saat ini dipastikan IHSG telah kembali ke zona hijau.

Posisi IHSG per 8 April 2021 kemudian kembali ke posisi 6.071,72 atau naik 1,55 persen dari posisi 30 Desember 2020 di posisi 5.979,07.

“Kemarin kemarin sudah hijau lagi. Jadi, ada beberapa hal yang sangat mempengaruhi pasar modal kita, terutama dari sisi investor institusional yang sudah menyatakan niat untuk mengurangi investasi di pasar modal karena ada sentimen negatif. Mudah-mudahan ada solusinya, ”ucapnya.




Source