OJK Rekor Keuangan Berkelanjutan Capai Rp 916,6 Triliun

OJK mendorong sektor jasa keuangan ke tingkat pembiayaan berkelanjutan atau pembiayaan hijau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi keuangan berkelanjutan atau green financing Indonesia sebesar Rp916,6 triliun per 22 April 2021. Jumlah tersebut terdiri dari global sustainability bond Rp 11,35 triliun, green bond dan gender bond sebesar Rp 59 9 triliun, pinjaman hijau Rp 809,75 triliun, dan blended finance Rp 35,6 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sektor jasa keuangan merupakan motor penggerak dalam pembiayaan berkelanjutan. “OJK mendorong sektor jasa keuangan baik perbankan, industri keuangan non bank maupun pasar modal melalui green financing,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip, Sabtu (24/4).

Menurutnya, OJK berupaya mendorong keuangan berkelanjutan melalui berbagai langkah dan kebijakan. Pertama, meluncurkan inisiatif keuangan berkelanjutan, terutama yang telah dituangkan dalam roadmap keuangan berkelanjutan tahap II (2021-2025).

Selanjutnya, mendukung satgas iklim antara Indonesia dan Amerika Serikat serta menjadi bagian dari Satgas 4 (TF 4) Keuangan Berkelanjutan dan Berkelanjutan untuk Masa Depan Kita Bersama. Langkah kerja sama ini adalah mendorong ketersediaan pembiayaan dari aspek teknologi dan akses pengembangannya.

Beberapa kerjasama yang telah dilakukan antara lain program peningkatan kapasitas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) khususnya sektor energi bersih, dengan USAID, serta kerjasama pengembangan pilot project Bali Center for Sustainable Finance (BCSF) antara OJK. dan Universitas Udayana.

Selain itu, OJK akan menciptakan skema pembiayaan inovatif untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan realisasi target transisi pembiayaan konvensional ke proyek hijau / berkelanjutan, serta mendukung skema pembiayaan campuran di Indonesia.

OJK, lanjut Wimboh, juga telah menginisiasi pengembangan taksonomi hijau Indonesia yang dikoordinasikan dengan kementerian / lembaga terkait dan terlibat aktif sebagai anggota dewan taksonomi ASEAN untuk mengembangkan taksonomi keuangan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, OJK telah melakukan upaya lain untuk mengembangkan pilot project model bisnis berkelanjutan di bidang pariwisata dan perikanan, mengembangkan hub informasi PS pusat informasi keuangan berkelanjutan, mengikuti berbagai forum internasional, dan mengoptimalkan penggunaan pendanaan internasional.




Source