OKNUM PNS DIVONIS LANGSUNG DIJEBLOSKAN KE PENJARA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ada hal menarik kemarin terjadi dipersidangan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dibawah kendali ketua majelis hakim I Wayan Eka Mariartha SH MH dengan hakim anggota Luki Eko Adrianto SH MH dan I Gusti Lanang Indra Pandhita SH MH didampingi Panitera Pengganti H Sukardi SH, ketika usai membacakan vonis pidana selama 7 bulan penjara kepada lelaki berinitial OHG S.Pd (35) oknum PNS yang bertugas disebuah OPD Pemda Sumbawa beralamat di Kelurahan Bugis Sumbawa, dengan perintah langsung ditahan dan memerintahkan kepada tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa untuk segera melakukan eksekusi dengan menjebloskan terdakwa kedalam hotel prodeo Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa guna menjalani masa hukuman pidana badan, karena dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP, membuat terdakwa tidak dapat berkutik kecuali harus pasrah menerima kenyataan pahit tersebut.
Hakim dalam amar putusan pidananya sangat sependapat dan sepakat dengan dakwaan tim JPU diwakili Jaksa Dina Kurniawati SH, tentang perbuatan tindak pidana penganiayaan dengan sengaja menyebabkan rasa sakit/luka pada orang lain terhadap koran Sukiman alias Iman alias Rado yang telah dilakukan oleh terdakwa lelaki PNS berinitial OHG S.Pd, sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan dari keteranga sejumlah saksi terkait khususnya saksi korban, keterangan terdakwa dan barang bukti yang diajukan, maka perbuatan tersebut benar terjadi pada hari Sabu 2 September 2017 lalu sekitar pukul 18.30 Wita bertempat di TKP depan Toko Istana Sepatu yang berada dikawasan Jalan Hasanuddin Kelurahan Bugis Sumbawa Besar.
Perbuatan mana terjadi berawal dari adanya pertengkaran antara terdakwa dan korban, ketika itu terdakwa menagih uang sebesar Rp 250.000 yang dipinjam korban sebelumnya, melalui pesan Short Message Service (SMS) hingga akhirnya melakukan pertemuan di TKP, namun pertengkaran tak dapat dielakkan sehingga tragedi penganiayaan itupun terjadi bermula saat itu korban melepaskan pukulan hingga mengenai telinga sebelah kanan, sehingga terdakwakpun membalas dengan melancarkan pukulan bogem mentahnya hingga mengenai bagian bibir korban yang mengalami luka robek mengucurkan darah segar dan korban terjatuh saat mundur kebelakang dan kesempatan itulah digunakan terdakwa untuk menendang pipi kiri korban, dimana perbuatan itupun berhasil dilerai sejumlah warga sekitar, dimana korban tak terima kasus inipun dilaporkan ke Polisi untuk proses hukum lebih lanjut, namun akhirnya hakim menjatuhkan vonis pidana 7 bulan penjara dengan perintah langsung ditahan, atau sedikit lebih ringan 3 bulan dari tuntutan Jaksa sebelumnya selama 10 bulan penjara.