OKNUM POLISI NARKOBA KSB DIVONIS 9 TAHUN PENJARA Terdakwa dan Jaksa Nyatakan Banding.

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar diketuai Ricki Zulkarnaen SH MH dengan hakim anggota Faqihna Fiddin SH dan I Gusti Lanang Indra Pandhita SH MH didampingi Panitera Pengganti Heri Triyanto, Rabu (10/10) kemarin menjatuhkan vonis pidana terhadap seorang anggota Polri berinitial Adn (40) yang bertugas di KSB selama 9 tahun penjara potong tahanan disertai denda sebesar Rp 1 Miliar Subsider 6 bulan kurungan, karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkoba sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan barang bukti narkotika jenis shabu dengan berat kotor keseluruhan seberat 5,78 Gram plus uang tunai hasil penjualan narkotika sebesar Rp 2.280.000 dan sejumlah barang bukti lainnya dinyatakan disita dan dirampas negara untuk dimusnahkan.
Hakim dalam amar putusan pidananya sangat sependapat dengan dakwaan dan tuntutan pidana yang telah diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Agus Widiyono SH MH, dan bahkan hakim sangat yakin kalau perbuatan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I jenis shabu telah terbukti secara sah dan meyakinkan terjadi sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan dari sejumlah keterangan saksi, keterangan terdakwa dan sejumlah barang bukti yang diajukan telah terbukti adanya.
Perbuatan tindak pidana narkoba itu dilakukan terdakwa lelaki Adn yang berstatus oknum anggota Polri di KSB itu dinilai telah melakukan permufakatan jahat dengan terdakwa Irw (penuntutan pidana secara terpisah) dan rekan lainnya bernama Globe (kini masuk dalam DPO Polisi), pada hari Kamis 29 Maret 2018 sekitar pukul 23.33 Wita sampai dengan pukul 23.46 Wita, bertempat di TKP sebuah rumah kost yang berada Jalan Gang Orong Sepakat I Lingkungan Sebubuk Kecamatan Taliwang KSB, berawal ketika itu bulan Februari 2018 terdakwa Adn menelpon terdakwa Irw agar dapat di kost dan meminta tinggal di kost tersebut sambil menjual barang haram narkoba jenis shabu, sehingga merekapun bejualan shabu dengan cara membuat sejumlah pocketan shabu kecil yang dijual kepada pembeli yang datang ketempat kost tersebut.
Namun, akhirnya perbuatan yang dilakukan terdakwa diketahui oleh BNN Provinsi NTB bekerjasama dengan BNNK Sumbawa Barat sesuai dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat segera melakukan penyelidikan sekaligus melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap terdakwa setelah sejumlah petugas BNN melakukan penggeledahan ditemukan 13 pocket shabu dengan berat kotor 5,78 Gram terbungkus plastik klip bening plus uang tunai sebesar Rp 2.280.000 dan sejumlah barang bukti lainnya, sehingga tanpa ampun terdakwa bersama barang bukti diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Setelah mendengar putusan hakim kendati lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa sebelumnya 11 tahun penjara, justru terdakwa Adn sendiri didampingi penasehat hukumnya Advocat Hendro Wijayanto SH tidak dapat menerimanya dengan menyatakan banding, begitu pula Jaksa Agus Widiyono SH MH juga menyatakan banding atas putusan hakim tersebut.