Olimpiade Resmi Ditutup, IOC: Terima Kasih Jepang

    Bach berterima kasih kepada para atlet yang bertarung di Olimpiade Tokyo

    REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach secara resmi menutup Olimpiade Tokyo 2020 yang telah berlangsung selama 16 hari, pada upacara penutupan di Stadion Nasional Tokyo (Olympic Stadium), Minggu (8/8). malam.

    “Saya menyatakan Olimpiade ditutup,” kata Bach di podium.

    Penutupan dilanjutkan dengan tarian yang kemudian dilanjutkan dengan piano “Clair de Lune” oleh komposer Prancis Claude Debussy, saat kuali api Olimpiade ditutup.

    Kembang api menghiasi langit di Stadion Nasional Tokyo, diikuti dengan tanda digital “Arigato,” yang berarti terima kasih dalam bahasa Jepang, dalam cetakan besar.

    Dalam pidato penutupnya, Bach mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo, dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Athlete Village.

    “Ada banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi … dan, Olimpiade meningkatkan harapan,” kata Bach.

    “Anda adalah atlet terbaik di dunia yang membuat Olimpiade menjadi kenyataan.”

    Tak lupa, Bach mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan atas usaha dan bantuannya, sehingga Olimpiade bisa terwujud.

    Bach juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, serta Ketua Komite Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto.

    “Terima kasih Jepang, terima kasih Tokyo,” kata Bach.

    sumber: antara



    https://www.republika.co.id/berita/qxixin480/olimpiade-resmi-ditutup-ioc-terima-kasih-jepang