Otoritas Malaysia: 88 Kasus Covid-19 Terdeteksi dari Gugus Parlemen, Termasuk 3 Kasus Baru

    Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

    TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA – Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, sebanyak 88 kasus positif virus corona (Covid-19) telah terdeteksi dalam sidang khusus Parlemen Malaysia baru-baru ini, termasuk tiga di antaranya merupakan kasus baru.

    Dari 88 kasus tersebut, 85 di antaranya terkait dengan pertemuan yang digelar 26-29 Juli lalu.

    Angka ini juga mencakup 17 kasus yang melibatkan politisi yang duduk di DPR serta mereka yang pernah kontak dekat dengan kasus positif.

    Dikutip dari laman Malay Mail, Minggu (8/8/2021), dalam keterangannya hari ini, Dr Hisham mengatakan tiga kasus baru tersisa terkait sidang DPR.

    Dengan demikian, jumlah kasus yang terdeteksi selama persidangan menjadi 20 kasus.

    Baca juga: Pemerintah Minta Pasien Covid-19 Yang Sedang Isolasi Tetap Berkomunikasi dengan Tenaga Kesehatan dan Satgas

    Ketiga kasus baru ini dilaporkan pada 7 Agustus dan memiliki nilai Cycle Threshold (CT) Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) antara 19,15 hingga 22,27 yang masuk dalam kategori infektivitas tinggi.

    “Institut Penelitian Medis (IMR) saat ini sedang melakukan sekuensing genomik lengkap dan menunggu hasil akhir. Semua memiliki gejala ringan dan telah divaksinasi lengkap,” kata Dr Hisham.

    Dia kemudian mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan oleh dinas kesehatan daerah terkait untuk mengidentifikasi siapa yang memiliki kontak dekat dengan kasus tersebut.

    Berdasarkan pemeriksaan, kata dia, mereka yang terinfeksi Covid-19 dari klaster DPR saat ini menjalani isolasi mandiri.

    Dr Hisham kemudian berpesan kepada masyarakat untuk terus memantau kesehatannya sendiri melalui aplikasi mobile MySejahtera dan segera berobat serta menjalani tes skrining Covid-19 jika mengalami gejala.



    https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/09/otoritas-malaysia-88-kasus-covid-19-terdeteksi-dari-klaster-parlemen-termasuk-3-kasus-baru