Overstay, Seorang WNA Malaysia di Deportasi

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pihak Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Kamis (27/06) lalu, dengan terpaksa melakukan deportasi terhadap lelaki berinitial CHL seorang WNA asal Kuala Lumpur Malaysia melalui bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, karena terbukti menyalahi tinggal (Ovestay) atas keberadaannya di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa melalui Kasi Inteldakim I Made Surya dalam keterangan Persnya kepada para wartawan diruang kerjanya Selasa (02/07), mengungkapkan kalau deportasi terhadap WNA asal Kuala Lumpur Malaysia berinitial lelaki CHL itu dilakukan oleh pihak Imigrasi Sumbawa, tentu berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan intensif yang telah dilakukan sebelumnya, dimana yang bersangkutan diketahui keberadaannya di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Sumbawa dengan menyalahi izin tinggal (Overstay) yang telah habis masa berlakunya.

Hal ini diketahui oleh petugas Imigrasi terang Made Surya, berawal saat CHL hendak melakukan perpanjangan izin tinggal di Kantor Imigrasi Sumbawa dan yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk pulang kembali saat check in di Bandara, karena izin tinggal yang bersangkutan sudah habis, lantas informasi yang diperoleh inipun selanjutnya didalami, ternyata keberadaan CHL WNA asal Kuala Lumpur Malaysia ini di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Sumbawa karena menjenguk istri dan 4 orang anaknya yang kesemuanya lahir di Malaysia dan memiliki dua kewanegaraan, dimana CHL sendiri mengakui datang ke Sumbawa NTB untuk menemui Istri dan anaknya, sehingga CHL diketahui telah overstay lebih dari 30 hari, paparnya.

Made Surya juga menyatakan, akibat menyalahi izin tinggal CHL dikenai dengan sangsi untuk membayar denda sebesar Rp 1 Juta, akan tetapi yang bersangkutan tidak mampu membayar denda tersebut, dan sesuai dengan UU Imigrasi maka yang bersangkutan selain dilakukan deportasi juga dicekal selama enam bulan, sehingga yang bersangkutan tidak bisa kembali dalam waktu yang ditentukan itu, tukasnya.
“Pencekalan terhadap CHL bisa dicabut, jika pihak keluarga mengajukan surat permohonan pencabutan cekal kepada Dirjen Imigrasi, tentu dengan melampirkan alasan yang jelas terkait dengan pencabutan pencekalan dimaksud, yang jelas kami melakukan deportasi karena yang bersangkutan telah menyalahi izin tinggal diwilayah hukum Republik Indonesia,” pungkas Made Surya.