PABOI Evakuasi Penderita Fraktur Tulang Belakang dari Lembata

    Proses evakuasi cukup cepat berkat koordinasi dan persiapan yang baik.

    REPUBLIKA.CO.ID, NTT – Delapan dokter ortopedi yang tergabung dalam Persatuan Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Tim Tanggap Bencana masih bertugas di lokasi bencana NTT sejak Kamis (8/4).

    Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, SpOT (K), saat ini tengah membantu evakuasi pasien yang membutuhkan penanganan serius. Salah satu pasiennya adalah perempuan berusia 38 tahun yang menjadi korban badai siklon di Lembata, NTT.

    Dokter yang tergabung dalam organisasi PABOI dan IOSS / PCI ini mengatakan, pasien tersebut sempat mengalami patah tulang punggung dan luka di sekujur tubuh akibat terbawa arus banjir. Akibat patah tulang ini, korban mengalami kelumpuhan di kedua kakinya.

    Kondisi ini harus segera dioperasi agar peluang pasien untuk bisa berjalan kembali lebih besar, kata dia kepada media dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/4).

    Anak-anak dan keluarga pasien telah dirawat di Rumah Sakit Lewoleba. Namun, operasi tulang belakang memerlukan alat dan fasilitas khusus untuk mengurangi risiko komplikasi pasca operasi.

    Dia menjelaskan, selain patah tulang belakang yang dialami korban, putrinya yang berusia delapan tahun harus kehilangan kaki kanannya karena parahnya cedera yang dialaminya. Anak pasien mengalami patah tulang terbuka di kaki kanannya.

    Tim dokter mencoba menyelamatkan kakinya dengan operasi pertama, tetapi seiring berjalannya waktu, kakinya mulai menghitam dan terinfeksi parah dan harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawa putranya.

    Proses evakuasi cukup cepat berkat koordinasi dan persiapan yang baik antara tim ortopedi Lembata dan tim ortopedi yang bertugas di dr. Hendrikus Fernandez Larantuka yang sedang menunggu kedatangan pasien, berdasarkan informasi yang diberikan oleh dr. Lia Marliana, SpOT (K), M.Kes; dr. Herwindo Ridwan, SpOT; dan dr. Helmiyadi Kuswardhana, Sp.OT.

    Sementara itu Ketua dan Sekretaris Jenderal PABOI, Dr. dr. Edi Mustamsir, SpOT (K) dan dr Adib Khumaidi, SpOT meminta pemerintah dan petugas penanggulangan bencana untuk terus melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di kawasan bencana ini.

    “Tim medis juga harus lebih waspada agar tidak terpapar Covid-19, mengingat masih banyak korban yang belum tertangani dan jumlah tim medis yang terbatas. Tim PABOI saat ini juga membuka donasi untuk alat kesehatan dan obat-obatan bagi korban melalui berbagai cabang, ”ujarnya.




    Source