Pada Sidang HRS, Refly Harun Menyinggung Parpol yang Korup

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, jika alasan pembubaran suatu organisasi hanya karena ada anggotanya yang terjerat pelaku kejahatan, maka semua parpol di Indonesia harus dibubarkan terlebih dahulu. Menurutnya, hal tersebut mengacu pada banyaknya oknum anggota di berbagai parpol yang telah terjerat pelaku kejahatan.

    “Salah satunya (tersangkut kasus) korupsi // kejahatan luar biasa //,” ujarnya di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5). Refly dihadirkan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai saksi ahli di persidangan. kasus keramaian di Petamburan, Jakarta Pusat.

    Namun, diakuinya hal tersebut tidak bisa dilakukan, meski banyak terjadi pelanggaran yang dilakukan parpol di Indonesia. Refly mengatakan, hukum di Indonesia hanya melihat perlakuan pihak terkait.

    “Meski dekat dengan elite politik, tetap saja masyarakat yang harus diproses,” ujarnya.

    Pernyataan Refly dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan dari HRS selaku tergugat dalam crowd case. Tak sampai disitu, Refly pun menjawab pertanyaan HRS lainnya tentang ormas dengan prinsip syariah yang sempat dibubarkan. Menurut Refly, dalam segala aspek di Indonesia tidak mungkin Islam bertentangan dengan Pancasila.

    “Dalam Pancasila dan UUD 1945, selama tidak bertentangan dengan Pancasila, apa yang dimaknai sebagai teks tidak melanggar undang-undang,” ujarnya.

    Pemerintah telah membubarkan FPI melalui SKB enam menteri dan pimpinan lembaga yang diumumkan pada 30 Desember 2020. Dari SK tersebut, FPI dilarang melakukan kegiatan, termasuk menggunakan simbol dan atribut organisasinya.

    Dia menjelaskan, ada enam alasan pemerintah membubarkan ormas tersebut. Berawal dari FPI yaitu de jure Diklaim telah dibubarkan sejak 21 Juni 2019 karena tidak memiliki SKT, kemudian 35 pejabat FPI yang telah bergabung dan diduga terlibat tindak pidana terorisme, hingga pelanggaran hukum terhadap pejabat dan anggota yang sering melakukan penyapuan.


    Source