Pakar dunia maya mengatakan ada unsur dari sisi sumber daya manusia yang menyebabkan bocornya 279 juta Peserta BPJS Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM – Ketua Forum Keamanan Siber Indonesia, Ardi Sutedja, menyinggung dugaan kebocoran data 279 juta warga Indonesia peserta BPJS Kesehatan.

Data tersebut diduga telah bocor dan diperdagangkan di situs asing.

Data tersebut meliputi nomor KTP, KTP, nomor telepon, surel, nama lengkap, alamat, dan gaji.

Diketahui bocoran data tersebut dijual oleh pengguna forum situs raidsforum.com, hingga viral di media sosial.

Menurut pakar siber Ardi Sutedja, kebocoran ini dimulai sejak lama karena tidak mungkin terjadi dalam waktu singkat.

Baca juga: HASIL Pemeriksaan Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Diduga Kuat dari BPJS Kesehatan

Ardi juga menilai ada unsur orang dalam atau unsur dari sisi SDM.

Sebab, tidak mungkin ada orang yang bisa membobol sistem keamanan jaringan komputer, atau server yang terbesar tanpa faktor manusia.

“Kalau dilihat dari celah sistem, di sistem komputernya, institusinya diretas, kami melihat kelemahannya. Tapi harus ada juga elemen orang dalam, artinya elemen di sisi sumber daya manusia.”

“Itulah yang biasanya mereka cari. Tidak mungkin seseorang dapat membobol sistem keamanan jaringan komputer atau server terbesar, tanpa ada faktor manusia, ‚ÄĚkata Ardi seperti dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (21/5/2021).

Ketua Forum Keamanan Siber Indonesia, Ardi Sutedja. (Tangkap layar YouTube Kompas TV)

Baca juga: Kominfo: Perbaiki, Bocornya Data di Internet Milik BPJS Kesehatan, Direksi Akan Dipanggil

Ardi mengatakan, BPJS bukanlah lembaga kecil.




Source