Pakar: Wacana Pajak Pokok Ganggu Stabilitas Ekonomi

Wacana pajak bahan pokok seolah-olah pemerintah tidak merasakan kesulitan rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan wacana pemerintah untuk mengenakan pajak atas kebutuhan pokok bukanlah hal yang positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Menurutnya, hal ini justru memperburuk keadaan ekonomi yang terpuruk akibat situasi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

“Saya yakin wacana itu tidak positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia yang semakin parah akibat krisis pandemi. Sangat mungkin bagi masyarakat kita untuk menghasilkan sembako dan mampu membeli sembako untuk keluarganya, patut kita syukuri,” kata Syafruddin, Sabtu (12/6).

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Unand itu, seharusnya pemerintah memberikan subsidi karena masyarakat masih berjuang akibat krisis pandemi. Syafruddin menilai dengan mengangkat wacana pengenaan pajak atas kebutuhan pokok, terkesan pemerintah tidak merasakan kesulitan masyarakat yang kesulitan kesehatan dan ekonomi.

Syafruddin mengatakan, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong perekonomian rakyat dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan merupakan langkah yang tepat. Namun masalah lain dari upaya ini muncul karena ada oknum yang justru mencari keuntungan sendiri dengan cara merusaknya. Seperti korupsi dana bantuan sosial.

“Bansos besar-besaran sejak awal pandemi seharusnya berdampak positif bagi perekonomian kita. Ternyata bansos yang besar itu tidak sampai ke rakyat, tapi kandas di tangan para koruptor. Rakyat kita tidak hanya butuh bansos. , tapi bantuan ekonomi agar ekonomi mereka bisa bergerak,” kata Syafruddin.

Syafruddin menyarankan pemerintah fokus pada bantuan sosial dan bantuan ekonomi kepada 40 persen penduduk terbawah. Sebab, 40 persen penduduk terbawah merupakan penggerak utama perekonomian domestik. Jika kelompok ini menggerakkan ekonominya, pertumbuhan akan didorong secara positif, kesempatan kerja akan meningkat, dan kemiskinan akan berkurang.

“Kelompok ini harus menjadi sasaran langsung pemulihan ekonomi,” tambah Syafruddin.



https://www.republika.co.id/berita/qulhcu349/pakar-wacana-pajak-bahan-pokok-ganggu-kestabilan-ekonomi