Paket Pekerjaan Menurun Subkon AMNT Beralih Ke Proyek Pemerintah

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Meskipun belum dapat diurai secara detail, bisa dipastikan sejumlah kontraktor yang sebelumnya merupakan subkon PT AMNT, mulai banyak yang beralih ke paket pekerjaan yang diberikan oleh pemerintah. “Mulai 2016 lalu, memang ada sebagian kantraktor yang lebih memilih paket pekerjaan (proyek) pemerintah baik yang bersumber dari APBN maupun APBD,” ungkap Ketua BPC Gabungan Pengusaha Indonesia (Gapensi) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Syaifullah SPt, MSi.
Kondisi ini menurutnya, karena pada tahun 2016 pengelolaan tambang batu hijau dari PT NNT ke PT AMNT, para subkon yang biasa menggarap paket pekerjaan di masa transisi tersebut dimaklumi, namun kondisi tersebut sampai tahun 2017 progres pekerjaan justru drastis menurun, alias tidak ada perubahan ke arah penambahan kegiatan.
Hal inilah kata Ipung—sapaan akrabnya, yang memicu sebagian kontraktor dari subkon AMNT, lebih memilih paket pekerjaan yang disiapkan pemerintah. “Kalau dulukan ada program CSR yang bisa di kerjakan oleh kontraktor lokal,” tandasnya.
Soal rencana pembangunan Smelter oleh PT AMNT, Ipung menilai, jika itu benar akan dibangun bisa terealisasikan dengan harapan bisa menampung tenaga kerja terutama naker lokal dan tumbuh peluang usaha lainnya.
Namun dari pantauannya, progres pembangunan Smelter belum terlihat. Yang ada hanya pemerataan tanah belum ada aktifitas lain lain.
Memang untuk membangun Semester membutuhkan dana cukup besar, jadi sangat tidak gampang tetapi itu sudah menjadi persyaratan yang di diamanatkan Undang Undang. “Saya berharap jangan sampai ini hanya menjadi akal akalan saja, tetapi PT AMNT harus serius,” tandasnya.