Pakistan Tolak Tuduhan Afghanistan di Dewan Keamanan PBB

    Islamabad menegur India karena tidak menghadiri pertemuan darurat di Afghanistan

    REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI — Pakistan menolak tudingan Afghanistan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait meningkatnya kekerasan di Afghanistan.

    Pihak berwenang Pakistan juga menyebut pernyataan Afghanistan “tidak berdasar” dan “menyesatkan.”

    Islamabad juga menyesalkan permintaannya untuk menghadiri pertemuan tersebut ditolak oleh India – ketua Dewan Keamanan PBB yang baru terpilih – meskipun Pakistan merupakan bagian penting dari proses perdamaian Afghanistan.

    Pertemuan mendesak DK PBB diadakan pada hari Jumat untuk membahas meningkatnya kekerasan di Afghanistan setelah Menteri Luar Negeri Afghanistan Mohammed Haneef Atmar berbicara dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

    Ghulam Isaczai, utusan Kabul untuk PBB, menuduh Islamabad terus memberikan “tempat aman” bagi Taliban, menambahkan pasokan dan dukungan logistik kepada kelompok militan itu.

    Di sisi lain, Islamabad, yang terus memainkan peran kunci dalam membujuk Taliban untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan AS dan pemerintah Kabul, tidak diundang ke pertemuan itu meskipun ada permintaan resmi dari negara tersebut.

    Pakistan menuduh perwakilan Afghanistan menyebarkan disinformasi dan membuat tuduhan tak berdasar terhadap Pakistan dengan maksud menyesatkan masyarakat internasional dengan pernyataannya di Dewan Keamanan PBB.

    “Pakistan dengan tegas menolak tuduhan ini. Posisi Pakistan dalam hal ini telah disampaikan kepada anggota Dewan Keamanan,” tambah pernyataan dari Islamabad.

    “Kami dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik di Afghanistan dan penyelesaian politik yang dinegosiasikan adalah satu-satunya jalan ke depan untuk perdamaian dan keamanan jangka panjang di negara itu,” kata pernyataan itu.

    Upaya “konstruktif” Pakistan dengan dukungan masyarakat internasional telah menghasilkan pencapaian penting dalam proses perdamaian Doha, termasuk perjanjian damai AS-Taliban dan dimulainya negosiasi intra-Afghanistan berikutnya.

    Kekerasan telah meningkat di Afghanistan sejak Mei ketika AS dan pasukan asing lainnya mulai menarik diri dari negara yang dilanda perang itu, yang akan berakhir pada 31 Agustus.

    Taliban, yang telah menguasai sebagian besar Afghanistan, baru-baru ini mengalihkan perhatian mereka ke kota-kota besar negara itu dengan menguasai beberapa ibu kota provinsi.

    sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/pakistan-tolak-tudingan-afghanistan-di-dewan-keamanan-pbb/2329522



    https://www.republika.co.id/berita/qxmd922090927248/pakistan-tolak-tudingan-afghanistan-di-dewan-keamanan-pbb