Panas China dan Taiwan, Terburuk dalam 40 Tahun

    IHRAM.CO.ID, TAIPE – Ketegangan militer dengan China baru-baru ini menjadi yang terburuk selama lebih dari 40 tahun, kata menteri pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng, Rabu (5/10).

    Chiu membuat pernyataan di depan parlemen beberapa hari setelah pesawat China terbang ke wilayah pertahanan Taiwan.

    Dia mengatakan situasi saat ini “paling serius” sejak dia bergabung dengan militer dan ada risiko “salah sasaran” di sepanjang Selat Taiwan yang sensitif.

    “Bagi saya sebagai orang militer, urgensi sudah di depan mata,” katanya kepada komite parlemen yang mengkaji anggaran militer khusus untuk pengembangan senjata buatan dalam negeri, seperti rudal dan kapal perang. Ketegangan mencapai puncaknya setelah China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, berulang kali menerbangkan pesawat militer di zona pertahanan udara Taiwan.

    Selama empat hari sejak Jumat (1/10), Taiwan melaporkan hampir 150 pesawat angkatan udara China telah memasuki zona pertahanan udara mereka.

    Kejadian terakhir dilaporkan pada Selasa (5/10). Pemerintah demokratis wilayah itu menyebut tindakan China sebagai bagian dari pelecehan berkelanjutan yang dilakukan Beijing terhadap wilayahnya.

    China mengatakan Taiwan harus diambil dengan paksa jika perlu. Di sisi lain, Taiwan mengatakan itu adalah negara merdeka dan akan membela kebebasan dan demokrasi.

    Taiwan menyalahkan China karena meningkatkan ketegangan. Chiu mengatakan China sudah memiliki kemampuan untuk menyerang Taiwan dan kemampuan itu akan mencapai “skala penuh” pada tahun 2025.

    “Pada tahun 2025, China akan memiliki semua biaya dan tingkat gesekan (dalam konflik) pada titik terendahnya. Mereka memiliki kapasitas sekarang, tetapi mereka tidak akan memulai perang dengan mudah karena banyak hal,” kata Chiu.

    Pemasok senjata utama Taiwan, Amerika Serikat, telah mengkonfirmasi komitmen “teguh” mereka terhadap Taiwan.

    Amerika Serikat juga mengkritik China. China menuduh kebijakan Amerika Serikat mendukung Taiwan, dengan menjual senjata dan mengirim kapal perang ke Selat Taiwan, meningkatkan ketegangan.

    Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Selasa bahwa dia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping dan kedua pemimpin itu setuju untuk mematuhi perjanjian tentang Taiwan.

    Biden tampaknya merujuk pada “kebijakan satu China” pemerintah AS yang sudah berlangsung lama. Kebijakan tersebut secara resmi mengakui kedaulatan Beijing atas Taipei.

    Dia juga merujuk pada Undang-Undang Hubungan Taiwan, yang menetapkan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk menjalin hubungan diplomatik dengan China, bukan Taiwan, bertumpu pada harapan bahwa masa depan Taiwan akan ditentukan dengan cara damai.



    https://www.ihram.co.id/berita/r0k60v320/china-dan-taiwan-memanas-terburuk-dalam-40-tahun-terakhir