Pandemi membawa Nadia Ebrahim lebih dekat dengan Islam

Nadia Ebrahim tidak berhenti berusaha menjadi Muslim yang lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nadia Ebrahim tak henti-hentinya berusaha menjadi muslim yang lebih baik. Itu dimulai dengan secara konsisten berdoa shalat lima waktu. “Kecuali tahun lalu (saat lockdown akibat pandemi Covid-19),” kata Nadia Ebrahim dalam artikelnya yang dimuat di laman tersebut. Kilang 29, Jumat (9/4).

Nadia mengaku belum menjadi panutan bagi seorang wanita muslimah. Setahun terakhir, saat pandemi datang, Nadia mendapat kesempatan untuk mendalami agama Islam. ” Kita semua tahu bahwa orang beralih ke agama pada saat stres. Penelusuran Google untuk doa melonjak ke level tertinggi yang pernah tercatat pada Maret lalu. Tapi bagi saya dan banyak pemuda Muslim lainnya, tanpa gangguan kehidupan ‘normal’, kami memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Islam, “katanya.

Hampir 70 persen Muslim melaporkan memiliki hubungan yang lebih baik dengan Tuhan sejak pandemi Covid-19 dimulai. Ini menurut penelitian yang tidak dipublikasikan oleh profesor psikiatri Dr. Rania Awaad dan rekannya di Stanford Muslim Mental Health and Islamic Psychology Lab.

“Jika Anda berpikir tentang apa yang terjadi dengan pengalaman Covid-19, kita berbicara tentang sesuatu yang mikroskopis yang telah membuat seluruh dunia terhenti. Sesuatu yang tidak dapat kita lihat berubah sepanjang hidup kita, cara kita bekerja, cara kita kami bepergian, dan caranya. kami berinteraksi satu sama lain, “katanya Kilang 29.




Source