Pariwisata Bali Bersertifikat CHSE Baru 60 Persen

    Menurut Sandiaga Uno, sertifikasi CHSE merupakan bagian dari gaya hidup baru yang membuka Bali.

    REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG — Sebanyak 726 pelaku usaha pariwisata di wilayah Bali yang terdiri dari 139 hotel dan 587 non hotel telah menjalani proses audit sertifikasi. Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada 2021 atau 60 persen dari target. Tahun ini, Provinsi Bali mendapatkan kuota sertifikasi CHSE dari 1.200 industri usaha pariwisata yang terdiri dari 200 hotel dan 1.000 non hotel yang ditargetkan selesai audit pada Oktober.

    “Data per Selasa (28/9) sudah mengaudit sebanyak 139 hotel, 587 non hotel atau baru sekitar 60 persen dari target, kita masih punya waktu satu bulan dan konsorsium melakukan sosialisasi dan audit,” kata Kepala Cabang PT Sucofindo (Persero) Denpasar, Dedih Budiawan Sugianto, di Kabupaten Badung, Kamis (30/9).

    Ia mengatakan pihaknya optimis sebelum batas waktu sertifikasi CHSE tahun ini berakhir, bisa mencapai target 1.200 pelaku usaha pariwisata bersertifikat, mengingat pariwisata Bali untuk turis asing direncanakan mulai dibuka pada Oktober. “Otomatis, pelaku usaha pariwisata harus segera mendaftar sertifikasi CHSE,” ujarnya.

    Dedih menjelaskan, proses audit sertifikasi CHSE untuk provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dilakukan oleh Konsorsium PT Sucofindo, TUV Rheinland-PT Mutu Agung Lestari. “Tahun lalu masih banyak pelaku usaha pariwisata yang belum mendaftar sertifikasi CHSE, jadi tahun ini diharapkan yang belum mendaftar. Tahun lalu di Bali ada sekitar 1.079 sertifikasi dan tahun ini 1.200. Provinsi Bali paling besar. kuota antar daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

    Ia mengatakan, proses pengajuan sertifikasi sangat mudah. Para pelaku usaha pariwisata dapat mengakses halaman tersebut https://chse.kemenparekraf.go.id/, kemudian akan diverifikasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    Setelah itu akan diserahkan kepada Sucofindo dan konsorsiumnya untuk diaudit dan jika lolos audit akan diterbitkan sertifikat baru oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. “Kami berharap para pelaku usaha pariwisata hotel dan non hotel yang belum mendaftar sertifikasi CHSE segera mendaftar dengan link https://chse.kemenparekraf.go.id, kata Dedi.

    Sebelumnya pada Sabtu (25/9), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, secara langsung menyerahkan sertifikat CHSE kepada 10 pelaku usaha pariwisata di Avani Hotel Seminyak, Badung, Bali. . Ke-10 penerima sertifikat CHSE tersebut antara lain Lv8 Resort Hotel, The Seminyak Beach Resort & Spa, Jungle Gold, Bukit Pandawa Golf & Country Club, Montigo Resort Seminyak, Avani Seminyak Bali Resort, Vasanti Kuta Hotel, Forketta Restaurant, La Brisa dan The Dukuh Retreat. .

    Sandiaga mengatakan sertifikasi CHSE merupakan bagian dari gaya hidup baru yang membuka Bali dengan kehati-hatian, kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. “Oleh karena itu, saya juga memesan aplikasi QR Code PeduliLindungi yang akan kita fasilitasi dan mohon dijaga ketat kepatuhannya terhadap sertifikat yang diterima,” kata Sandiaga.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/r0904f425/wisata-bali-yang-tersertifikasi-chse-baru-60-persen