Pasca Kasus Pembunuhan George Floyd, Presiden AS Joe Biden Mendesak Reformasi Polisi

TRIBUNNEWS.COM – Pengadilan juri atas kasus pembunuhan George Floyd oleh Derek Chauvin menyimpulkan bahwa mantan petugas polisi Minneapolis itu dinyatakan bersalah.

Bukti pengadilan berupa video memperlihatkan Derek Chauvin yang saat itu masih menjabat sebagai polisi sengaja menginjak leher George Floyd selama 9 menit 29 detik.

Putusan pengadilan memutuskan Derek Chauvin bersalah atas tiga dakwaan terhadapnya.

Yakni pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tingkat dua.

Baca juga: Pengadilan Derek Chauvin, Kakak George Floyd Menceritakan Perasaannya di Pengadilan

Baca juga: Reaksi Pendukung George Floyd saat Mendengar Putusan Hakim tentang Derek Chauvin: Tears of Relief

Dilaporkan Aljazeera, putusan dijatuhkan setelah persidangan tiga minggu, di mana dibutuhkan 10 jam untuk mencapai putusan, untuk juri yang terdiri dari enam kulit putih dan enam kulit hitam.

Jaminan Chauvin segera dicabut dan dia dikawal keluar pengadilan dengan borgol.

Derek Chauvin akan menghadapi hukuman dalam delapan minggu dan bisa dikirim ke penjara selama beberapa dekade.

“Keadilan bagi orang kulit hitam Amerika adalah keadilan untuk semua orang Amerika,” kata pengacara keluarga George Floyd, Benjamin Crump.

Kasus ini menjadi titik balik dalam sejarah Amerika menuju akuntabilitas penegakan hukum.

Putusan pengadilan juga berfungsi sebagai alamat penyampaian pesan yang jelas, berharap untuk mendengar keadilan di setiap kota dan setiap negara bagian.

Baca juga: Putusan Derek Chauvin, Biden Berharap Orang Berwarna Takut Berinteraksi dengan Penegak Hukum

Baca juga: Mantan polisi Derek Chauvin dihukum atas kematian George Floyd




Source