Pasien RSUD Sumbawa Overload

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari hasil evaluasi yang dilakukan dalam dua bulan terakhir ini, jumlah pasien rawat inap pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa Besar merupakan salah satu rumah sakit didaratan Pulau Sumbawa yang dijadikan mitra oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ternyata jumlahnya membludak sehingga tidaklah heran terjadi overload melebihi kapasitas daya tampung yang sesungguhnya, dan ini sebuah problem, ungkap Direktur RSUD Sumbawa dr Dede Hasan Basri dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin (25/02) kemarin.
Dengan jumlah pasien overload ini kendati menjadi sebuah problem kata dokter Dede akrab ia disapa, ini menunjukkan betapa keberadaan rumah sakit ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan tentu ini sebuah tantangan bagi manajemen dan seluruh jajaran RSUD bagaimana terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat, melalui berbagai pembenahan sejumlah sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang yang dibutuhkan, dimana dengan jumlah kapasitas daya tampung yang terbatas RSUD Sumbawa saat ini memiliki sekitar 110 tempat tidur (bed) sesuai dengan standar dan spesifikasi kesehatan itu sama baik yang ada di kelas I, II, III dan ruang VIP, tukasnya.
Oleh karena itu untuk mengatasi overload tersebut kata dokter Dede, maka kami mempergunakan dan memanfaatkan sementara sejumlah Bed yang ada diruang IGD, sebagai akibat kita masih kekurangan sekitar 40 bed (tempat tidur), namun kedepan kami akan mengusulkan pengadaannya tentu disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia, tetapi dengan sejumlah bed yang ada di IGD paling tidak sebagai langkah penanggulangan sementara, sambil menunggu pengadaan puluhan bed yang kurang, ujarnya.
Dokter Dede juga mengungkapkan terkait dengan tunggakan pembayaran klaim BPJS Kesehatan, diakui memang masih ada satu bulan yang belum terbayarkan dengan nilai tunggakan dan menjadi hak RSUD Sumbawa mencapai sekitar Rp 3 Miliar lebih yang belum terbayarkan hingga saat ini, namun tidak mengganggu aktivis operasional dan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan lancar dan baik sebagaimana yang diperogramkan.
Bahkan, sesuai dengan program yang direncanakan dalam tahun 2019 ini sambung Dokter Dede, RSUD Sumbawa juga dalam waktu dekat ini akan melaksanakan kegiatan operasi mata “katarak” pada bulan Maret sudah bisa jalan, setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan, padahal dokter spesialis mata sudah cukup lama ada di RSUD Sumbawa, dimana kegiatan ini akan segera dilaksanakan setelah alat mikroskop yang dibutuhkan tiba di Sumbawa paling lambat awal Maret, dan khusus pelayanan pemeriksaan kesehatan lengkap bagi (Medicall Check-Up) bagi PJTKI dan Umroh sudah berjalan dengan baik, termasuk program kedepan bagi pemeriksaan kesehatan jiwa dan narkoba juga akan dilaksanakan setelah rehabilitasi fisik ruangan yang berada didekat ruang IGD rampung dituntaskan dalam tahun ini juga, paparnya.