Pasokan Ready 30.000 Ton Pupuk Subsidi Sumbawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Hampir setiap tahun masalah ketersediaan pasokan pupuk subsidi yang dibutuhkan masyarakat kelompok tani didaerah ini selalu menjadi dilema akibat jumlahnya yang terbatas, sehingga tidaklah heran kalau petani “menjerit” sebab kebutuhkan pupuk dinilai sangat signifikan bagi para petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pertaniannya, karena itu Pemerintah secara rutin dan berkesinambungan setiap tahunnya mengalokasikan anggaran bagi pengadaan pupuk bersubsidi dimaksud, agar kebutuhan pupuk bagi para petani dapat terpenuhi dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
Sebagaimana dikemukakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Talifuddin M.Si dalam perbincangannya dengan Gaung NTB diruang kerjanya Kamis siang (07/02) kemarin, bahwa jatah nntuk pupuk subsidi tahun 2019 saat ini sudah dalam keadaan standby paskannya sebanyak 30.000 ton yang dialokasikan untuk jatah Kabupaten Sumbawa dan pupuk subsidi tersebut sudah berada didalam gudang penyimpanan berarti tinggal dilakukan pendistribusian (dropping) kepada penerima manfaat, dimana pengalaman terdahulu terkait soal pupuk ini diakui pernah satu tahun itu ada kendala dalam pengirimannya ke daerah, dengan alasan kapal pengangkutlah, hujan lebat dan angin kencang sehingga dalam bulan Oktober itu minimal sudah dalam keadaan ready stock, dan mengapa dulu pupuk tidak habis karena datangnya pupuk itu sudah pada awal musim tanam dan tak ada yang mau membeli lagi, tukasnya.
Namun untuk jatah tahun 2019 ini terang Talifuddin akrab pejabat senior Pemda Sumbawa ini disapa, syukur alhamdulillah pasokan pupuk subsidi 30.000 ton sudah dalam keadaan standbay digudang penyimpanan dan pupuk subsidi itu sudah ada di Sumbawa, dan tentunya akan dibagi merata untuk seluruh Kecamatan didaerah ini, dan kelompok tani penerima manfaat telah mengajukan Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) tetapi tentu tidak dapat dipenuhi semua, mengingat pupuk subsidi itu nantinya akan dibagi secara merata kepada para petani yang membutuhkan, prinsipnya jangan sampai ada petani yang tidak dapat, dan diminta kepada kelompok tani penerima manfaat untuk tidak boros dalam penggunaan pupuk subisidi tersebut, pungkasnya.
Talifuddin juga menyatakan, kalau pupuk subsidi sebanyak 30.000 ton itu diperuntukkan untuk jatah selama setahun, dan tidak menutup kemungkinan ada tambahan jatah tergantung dari ketersediaan anggaran dan kebutuhan, karena itu dengan jatah pupuk subsidi yang ada saat ini akan dibagi secara merata kepada kelompok tani penerima manfaat, dan setelah tuntas proses administrasinya maka pupuk subsidi itu tentu akan segera didistribusikan dengan baik sesuai dengan peruntukkan dan pemanfaatannya.