Pastikan Hak Lansia Terpenuhi, Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Perlu Penguatan

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan nyaman bagi lansia (lansia).

    Mensos meminta jajarannya untuk bekerja memastikan pemenuhan hak-hak lanjut usia, dengan memperkuat sinergi pemerintah-masyarakat.

    Mengikuti arahan Mensos, Kemensos memperkuat akses lansia terhadap layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat.

    “Pemerintah juga memberikan terapi (fisik, psikososial dan spiritual), mengajak keluarga untuk mendukung lansia sebagai orang yang dicintai, memastikan lansia mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, berfungsi sebagai penghubung komunikasi lansia dengan tim pelayanan,” ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat di Jakarta (31/31/2020). 07).

    Ia mengajak semua, terutama keluarga dan lingkungan sekitar untuk saling membantu, memberikan dukungan dan kepedulian terhadap lansia. Dukungan yang kuat semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya populasi lansia.

    Baca juga: Tidak Hanya EBT, Efisiensi Energi Juga Penting untuk Pembangunan Industri Berkelanjutan

    Penduduk lanjut usia di Indonesia akan meningkat 10% pada tahun 2020 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bappenas untuk Proyeksi Penduduk Indonesia tahun 2015-2035.

    Jumlah ini kemungkinan akan terus meningkat hingga tahun 2035 sebesar 16,5% dengan jumlah lansia perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki,” ujarnya.

    Sebanyak 44% lansia di Indonesia memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dengan persentase tertinggi sebesar 63,5%, masalah gigi sebesar 53,5% dan penyakit lain dengan persentase rendah seperti rematik, gangguan mulut, diabetes, jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan penyakit keganasan (kanker).

    “Banyak lansia Indonesia yang ingin dirawat oleh pasangan dan anak-anaknya jika mereka membutuhkan perawatan di kemudian hari.

    Oleh karena itu, keluarga terutama pasangan dan anak-anak membutuhkan keterampilan dan kemampuan dalam merawat lansia,” kata Harry saat menjadi narasumber pada Webinar Internasional tentang Profesi Pekerjaan Sosial dalam Peran, Tantangan, dan Tren Geriatri Saat Ini, Jumat (29/ 7/2021).

    Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah lansia dari tahun ke tahun yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas program pelayanan sosial bagi lansia untuk melindungi lansia dari berbagai risiko penuaan (sakit, penelantaran, kesepian), Penyediaan Perawat Sosial (Caregiver) bersertifikat, termasuk perawatan sosial anggota rumah tangga (anak, cucu, saudara kandung, pembantu rumah tangga) dan peningkatan peran keluarga dalam perawatan lansia.

    Dalam konteks ini, pemerintah menilai pentingnya kontribusi pekerja sosial. Harry menegaskan ada beberapa tantangan yang dihadapi pekerja sosial di Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kepada lansia, seperti tingkat keterampilan terkait masalah perawatan jangka panjang berbasis keluarga, perlunya asosiasi terkait pekerja sosial geriatri sebagai media berbagi pengalaman. dan merumuskan standar kompetensi sertifikasi kompetensi.

    Baca juga: Percepat Pembangunan di Papua, Mensos Risma Optimalkan Program Pemberdayaan Melalui Koperasi

    “Selain itu, juga menjadi tantangan bagaimana mereka menjelaskan kepada profesi lain peran mereka dalam perawatan jangka panjang dan pelatihan pengasuh untuk memastikan keluarga memiliki kompetensi dalam memberikan layanan dan perawatan lansia di rumah,” katanya.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/31/pastikan-hak-hak-lansia-terpenuhi-perlu-penguatan-sinergi-pemerintah-dan-komunitas