PBB: Lebanon di ambang krisis air

    Pasokan air di Lebanon diperkirakan akan mengalami krisis di bulan depan

    REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORk — Badan PBB itu memperingatkan pasokan air Lebanon akan habis dalam waktu satu bulan.

    Peringatan tersebut disampaikan pada Jumat (23/7) seperti dikutip dari website Mata Timur Tengah. Badan PBB UNICEF mengatakan bahwa empat juta orang, termasuk satu juta pengungsi, berada dalam risiko langsung kehilangan akses ke perairan yang aman di Lebanon. Badan-badan PBB khawatir bahwa biaya pemeliharaan dalam dolar AS, kekurangan dana dan runtuhnya jaringan listrik dapat menghancurkan sektor air.

    “UNICEF memperkirakan bahwa sebagian besar pompa air akan berhenti secara bertahap di seluruh negeri dalam empat hingga enam minggu ke depan,” kata Perwakilan UNICEF di Lebanon Yukie Mokuo.

    “Hilangnya akses ke pasokan air publik dapat memaksa rumah tangga untuk membuat keputusan yang sangat sulit mengenai kebutuhan dasar air, sanitasi dan kebersihan mereka,” katanya.

    Krisis keuangan Lebanon, yang disebabkan oleh korupsi dan pengelolaan ekonomi negara yang buruk, telah mempengaruhi hampir setiap aspek masyarakat setempat. Pound Lebanon, yang dipatok ke dolar AS, telah kehilangan lebih dari 90 persen nilainya selama 18 bulan terakhir. Pasokan listrik terbatas, dengan daya mengalir selama satu jam per hari, dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjalankan generator juga terbatas.



    https://www.republika.co.id/berita/qwpcze382/pbb-lebanon-di-ambang-krisis-air