PBNU Keluarkan Pedoman Ibadah Ramadhan dan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Intinya

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan pedoman terkait pedoman ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Pedoman tersebut telah diteruskan kepada seluruh pengurus Nahdlatul Ulama, pengurus lembaga dan badan otonom Nahdlatul Ulama, dan seluruh warga Nahdlatul Ulama.

Ada tujuh poin dalam panduan yang harus diikuti.

Baca juga: Menyambut Ramadhan, Maruf Amin: Semoga Kita Bisa Segera Bangun dari Tes Pandemi Ini

Pertama, selalu memperbanyak amalan agama dan mencari taqorub kepada Allah SWT, mensejahterakan masjid dan mushola dengan melaksanakan sholat fardu berjamaah, sholat tarawih berjamaah, tadarus alquran, itikaf, dan memperbanyak amalan sunnah lainnya dengan tetap berpegang pada tata cara pencegahan penyebarannya. Covid-19 yang didirikan oleh pemerintah.

Kedua, melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan dalam rangka pembinaan umat, mempererat kebersamaan dan menjalin silaturahmi dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Tips Pemenuhan Kebutuhan Serat Tubuh Selama Ramadhan: Konsumsi Buah dengan 3 Kurma Saat Berbuka Puasa

Ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan umat melalui dakwah dan ceramah agama yang mendidik dan mengedepankan esensi dan nilai-nilai ajaran Islam serta hindari ceramah yang bersifat provokatif dan cenderung menebar kebencian, ”kata Robikin dalam keterangannya, Senin (14/2). 12/4/2021).

Keempat, mensosialisasikan kewajiban zakat fitrah kepada masyarakat dan mengimbau penyaluran zakat kepada mereka yang berhak melalui LAZISNU NU-Care.

Baca juga: Jumhur Hidayat Hidup Ramadhan di Rutan: Ketika saya masih mahasiswa saya juga merayakan Idul Fitri di penjara

Kelima, menaati dan menaati keputusan, kebijakan, dan himbauan Pemerintah Pusat dan Daerah guna mencegah penyebaran Covid-19 untuk melaksanakan silaturahmi online pada Idul Fitri 1442 H tanpa mengurangi esensi dan nilai persahabatan.

Keenam, melaksanakan sholat Idul Fitri 1442 H di masjid dengan tetap menjalankan tata tertib kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Ketujuh, mengajak seluruh umat Islam untuk pahala kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan 1442 H, meminta agar masyarakat Indonesia selamat, maslahat, terhindar dari musibah, bencana, dan mampu mengatasi pandemi Covid-19.

“Berbagai kegiatan dengan ketentuan protokol kesehatan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H telah kami sampaikan agar dapat dilaksanakan di daerah yang berstatus pandemi hijau kuning,” kata Robikin.




Source