PBNU: Sebaiknya hindari bepergian takbir

    PBNU menilai larangan travelling takbir sudah tepat mengingat potensi penyebaran Covid-19

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi larangan pemerintah bepergian takbir selama pandemi Covid-19.

    Ketua Hukum dan HAM PBNU, Robikin Emhas, tidak menganjurkan ada takbir travelling tapi mengimbau masyarakat melakukannya di masjid, masjid, atau rumah.

    “Wisata takbir dan berbagai kegiatan yang berpotensi mencegah keramaian harus dihindari,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (20/4).

    PBNU menilai travelling takbir berpotensi menimbulkan keramaian dan rawan penularan Covid-19, apalagi jumlah Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Meski tidak dilakukan dalam perjalanan, kata dia, masyarakat harus memastikan takbir di masjid, musala atau rumah tidak akan memadamkan api dakwah, tentunya dengan menerapkan tata tertib kesehatan.

    “Dengan berpegang pada aturan kesehatan, kita bisa mengumandangkan takbir dari rumah, musholla, mushola, masjid dan berbagai tempat ibadah lainnya. Sekali lagi syaratnya adalah mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

    Tak hanya takbir travelling, kata dia, keputusan pemerintah melarang mudik juga dinilai sebagai langkah tepat. Pembatasan pergerakan masyarakat tetap perlu dilakukan mengingat jumlah penyebaran Covid-19 di Indonesia masih tinggi. “Prinsipnya, selama penyebaran Covid-19 belum terkendali dan program vaksinasi belum tuntas, kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat masih perlu diterapkan,” ujarnya.

    Berdasarkan data Satgas Covid-19, hari raya Idul Fitri tahun lalu mengakibatkan peningkatan rata-rata kasus harian sebesar 68-93 persen dengan penambahan kasus harian sebanyak 413-559 kasus dan jumlah kasus mingguan. mulai dari 2.889-3.917.

    Persentase kematian mingguan antara 28-66 persen atau 61-413 kasus kematian. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mempererat hubungan meski tubuh tidak saling melihat, salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. “Masyarakat muslim bisa memanfaatkan media sosial dengan berbagai konten positif dan kreatif dalam merayakan lebaran,” ucapnya

    sumber: Antara




    Source