PBNU: Takbir Bepergian Harus Dihindari

“Wisata takbir dan berbagai kegiatan yang berpotensi menghindari keramaian harus dihindari. Namun, ini jangan sampai memadamkan api siaran keagamaan,” kata Robikin kepada Republika.co.id melalui pesan What’sApp, Selasa (20/4). ).

Ia mengatakan, pada prinsipnya selama jumlah penyebaran Covid-19 belum terkontrol dan program vaksinasi belum tuntas, kebijakan untuk membatasi pergerakan masyarakat tetap perlu diterapkan. Karena itu, menurutnya, umat Islam cukup mengumandangkan takbir di rumah atau di masjid.

“Dengan berpegang pada aturan kesehatan, kita bisa mengumandangkan takbir dari rumah, musholla, musholla, masjid dan berbagai tempat ibadah lainnya. Sekali lagi, syaratnya adalah mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

“Selain itu, masyarakat muslim juga bisa memanfaatkan media sosial dengan berbagai konten positif dan kreatif dalam merayakan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga pernah melarang kegiatan takbir travelling pada malam hari raya Idul Fitri. Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, perjalanan takbir berpotensi menimbulkan keramaian dan membuka peluang penularan Covid-19.

“Kami tidak mengizinkan kegiatan takbir travelling,” kata Menteri Agama usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/4).




Source