PBSI Unsa Gelar Workshop KTI

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Untuk memeriahkan Bulan Bahasa yang jatuh pada 28 Oktober, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa Besar menggelar kegiatan Workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang dilaksanakan di Ruangan Micro Teaching FKIP Unsa pada Sabtu, (3/11).
Kegiatan tersebut dihadri dan dibuka oleh Dekan FKIP, Dr. Suharli MPd, yang dalam sambutannya menyampaikan kegiatan semacam ini perlu untuk dilaksanakan karena hari lahirnya Bahasa Indonesia perlu dan harus diperingati melalui kegiatan seperti ini karena sepengetahuan saya sendiri peran bahasa Indonesia dalam kemerdekaan Indonesia sangat besar.
“Yang perlu untuk kita sadari adalah bahwa fungsi dari bahasa itu dapat menyatuhkan bahkan membelah, contoh isu sara dan semacamnya adalah bentuk dari bahasa oleh karena itu bijaklah dalam menggunakan bahasa” tambah Dr Suharli.
Melalaui sambutannya Dr Suharli berharap, agar kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan karena sangat penting memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang KTI sejak dini, sehingga ketika membuat skripsi nanti mereka tidak akan bingung.
Pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Iwan Jazadi MEd PHd yang membahas tentang penelitian bahasa dalam pendekatan kualitatif dan Dr (Cand) Adnan MPd membahas tentang penelitian pengembangan bahasa.
Sementara itu, Kaprodi PBSI Unsa, Juanda SS MPd yang dikonfirmasi Gaung NTB menyampaikan tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk membekali mahasiswa sejak dini agar mengetahui cara menyusun KTI terutama skripsi, kemudian membina, mengembangkan dan meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pelaksanaan Workshop semacam ini mendukung fungsi Bahasa Indonesia itu sendiri, apalagi baru-baru ini badan pembinaan dan pengembangan bahasa telah melaksanakan kongres Bahasa Indonesia yang ke-11, kemudian dari kongres tersebut melahirkan keputusan meningkatkan atau menginternasionalkan Bahasa Indonesia.
“Kami yang ada di PBSI Unsa mendukung penuh keputusan tersebut karena jumlah penduduk Indonesia sebanmyak 260 juta jiwa dan ditambah lagi dengan negara sekitar seperti Australia, Timor Leste, Singapura, Malaysia, bahkan ada juga beberapa negara di eropa dan afrika seperti Madagaskar sana ada banyak yang mempelajari Bahasa Indonesia, oleh karena itu sangat memungkinkan Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional” demikian Juanda lelaki enerik itu.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah dosen prodi PBSI, mahasiswa dari STKIP Paracendekia Sumbawa, mahasiswa Iisbud Samawa Rea dan mahasiswa PBSI FKIP Unsa.