Pecandu Narkoba Didominasi Para Pekerja

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Kabupaten Sumbawa sudah dikepung dari semua lini dalam peredaran narkoba. Apalagi ditengah pandemi Covid 19, kasus penyalagunaan narkoba semakin meningkat. Di Lapas (lembaga Permasyarakatan) Sumbawa, semua tingkatan ada, dari mulai pekerja, PNS, ibu rumah tangga, pemuda dan lain-lain, sangat pantas jika keadaan ini dikatakan darurat.

“Saya juga melakukan rehabilitasi di Lapas dan pasien saya rata-rata adalah pekerja atau karyawan swasta” Demikian disampaikan Psikolog RSUD Sumbawa Ilmiyati Zain MPSi kepada Gaung NTB kemarin.

Menurutnya, jika beberapa tahun lalu para remaja menjadi sasaran empuk, tetapi sekarang tidak lagi karena mereka tidak bisa menjadi pelanggan tetap, paling remaja hanya meminta kepada orangtuanya. Namun, pekerja selalu punya uang dan menjadi target pasar para pengedar.

“Napi kasus narkoba masuk lapas sampai 2-3 kali dengan kasus yang sama, kalau tidak pemakai ya pengedar, seolah mata rantainya berputar disitu terus dan berulang” katanya.

Disebutkan, para pekerja butuh obat untuk menenangkan diri dari rutinitas. Selain itu, pekerja juga butuh energi maksimal, sehingga memerlukan stimulant agar tetap aktif dan tenang dengan narkoba.

Selanjutnya, ketika pemakai atau pecandu ditangkap saat razia BNN/Kepolian, maka ia akan diasesment, pemakai sambung Ilmiyati akan diarahkan rehabilitasi, tidak diarahkan ke lapas, karena napi di lapas sudah penuh, dan tidak bisa disatukan juga antara pemakai dengan pengedar karena pemakai akan lebih brutal lagi setelah bersama para pengedar.

Lebih jauh sambungnya, banyak orang masih tabu sehingga takut rehabilitasi, dari stigma rehab akan ditangkap polisi dan terjerat hukum membuat pemakai terutama para orangtuanya pikir ulang untuk datang ke klinik, atau rumah sakit untuk rehab. Oleh karena itu, pemerintah membuka adanya Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di rumah sakit, klinik BNN dan beberapa puskesmas difasilitasi untuk ayo datang, karena paradigma pemakai adalah orang sakit maka mereka akan difasilitasi untuk diobati baik bentuknya rawat jalan maupun rawat inap.

“Kalau mereka sadar sedang sakit maka ayo dating untuk rehabilitasi karena semuanya akan difasilitasi pemerintah” tambahnya.

Disisi lain, jangan lupa juga masifkan pencegahan dan sosialisasi ke sekolah dan kepada para pekerja karena pekerja pasti memakai barang itu bersama dengan teman- temannya.

Tentu kedepan Ini masih menjadi PR untuk pemerintah, bagaimana cara membendung angka pemakai dan pengedar maupun Bandar narkoba yang jumlahnya terus bertambah karena hukum belum sepenuhnya membawa efek jera. (Gks) 

Tags: Ilmiyati Zain