Pedagang Pasar Kliwon Menunggak Sewa Kios untuk Mendapatkan Lisensi

REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meminta pedagang Pasar Kliwon segera melunasi tunggakan penggunaan aset daerah (PKD) atau sewa kios, karena yang tidak membayar akan terancam dicabut izinnya. .

“Untuk saat ini kami tunggu tanggapan pedagang setelah surat penagihan tunggakan sewa kios sudah keluar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti, di Kudus, Kamis (22/4).

Sebelumnya, pedagang yang menunggak juga diberikan stiker kios bertuliskan “belum membayar retribusi PKD”. Meski begitu, masih ada sebagian yang tidak mau membayarnya. Kalaupun ada yang mau bayar, setelah tertulis langsung bayar.

Total pedagang yang menunggak sebanyak 2.417 pedagang yang tunggakannya mencapai Rp 7 miliar. Nilai tunggakan dari masing-masing pedagang berbeda-beda karena disesuaikan dengan luas kios yang disewakan.

Ada pedagang yang menunggak, ada yang berpendapat tidak punya uang dan ada pula yang memegang hak guna bangunan (HGB) hingga 2021, meski statusnya habis pada 2016. Namun, pencabutan sewa kios itu efektif pada 2018 setelah pedagang menandatangani perjanjian sewa. karena sampai saat ini belum 100 persen pedagang sudah menandatanganinya.

Sementara itu, pedagang yang belum menandatangani kontrak otomatis tidak membayar sewa kios sejak 2016. Di Pasar Kliwon Kudus terdapat 36 ruko, 863 kios, dan 1.356 lapak dengan total jumlah pedagang mencapai 2.500 pedagang. Tarif sewa kios dan ruko per meter persegi adalah Rp. 500 per meter persegi per hari, sedangkan tarif stand Rp. 250 per meter persegi per hari.


Source