Pedagang Seragam Sekolah Berharap PTM Segera Terwujud

Selama satu tahun ini, para pedagang tidak lagi menjual seragam sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Rencana pembukaan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli membawa angin segar bagi para pedagang seragam sekolah di Pasar Cibarusah. Pasalnya, sejak setahun pandemi tersebut menghentikan kegiatan belajar mengajar dan menggantinya dengan metode online dan offline.

Omzet penjualan seragam sekolah otomatis menurun sangat drastis, oleh karena itu rencana memulai pembelajaran tatap muka diharapkan dapat menghidupkan kembali perekonomian para pedagang seragam sekolah.

Uwes Kurniawan (37), salah satu pedagang seragam sekolah di Pasar Cibarusah, menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka yang akan segera digulirkan.

“Alhamdulillah satu tahun ini kami sama sekali tidak bisa menjual seragam sekolah akibat pandemi yang membutuhkan proses pembelajaran melalui on line. Tentunya ini membawa angin segar bagi para pedagang seragam sekolah khususnya, ”kata Uwes, Senin (23/5).

Uwes pun berharap rencana Tatap Muka bisa terwujud sehingga omzet ekonomi juga bisa dirasakan para pedagang seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud dengan baik, karena kami berharap semua kegiatan bisa berjalan normal kembali. Sehingga perputaran ekonomi lebih merata seperti sebelum pandemi,” imbuhnya.

Sementara itu, update harga seragam sekolah terkini di Pasar Cibarusah sudah termasuk seragam SD sebesar Rp. 130 ribu (1 set), seragam sekolah menengah pertama (SMP) Rp. 150 ribu per set dan seragam sekolah menengah atas (SMA) Rp. 160 ribu sampai dengan Rp. 170 ribu per set.

Raden Ilyas Ruhiyat selaku guru olah raga di SDN Cibarusah Kota 03 juga menyambut baik rencana pemerintah untuk merealisasikan Tatap Muka pada Juli mendatang.

“Tentunya hal ini menjadi harapan semua kalangan baik kepala sekolah, guru, siswa, dan juga orang tua siswa agar proses belajar mengajar secara online dan offline tidak berlarut-larut. Prokes tetap akan menjadi syarat utama kita dalam menghadapi tatap muka. pembelajaran tatap muka, “katanya.




Source