Peduli Hutan, KPH Puncak Ngengas Tanam Ribuan Pohon

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kondisi hutan di Kabupaten Sumbawa semakin hari kian memperhatinkan. Dimana sebagian besar hutannya sudah gundul diakibatkan adanya illegal loging dan perambahan hutan oleh masyarakat. Prihatin dengan kondisi tersebut KPH Puncak Ngengas Batu Lanteh Provinsi NTB yang bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah IX Denpasar dan Kwarcab Sumbawa menggelar Penanaman Kayu Putih bersama dengan masyarakat, Selasa (19/12).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kabupaten Sumbawa serta HUT NTB ke-59. Lokasi penanaman pohon tersebut di hutan Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa.
Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah menyampaikan bahwa hutan merupakan paru-paru dunia dan mesin sirkulasi air paling canggih yang tidak dapat digantikan dengan apapun, karena hutan memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat dan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia.
Sesuai dengan tema HMPI dan BMN, sambung Wabup Sumbawa, dimana tema Kerja Bersama, Makmurkan Rakyat dan Lestarikan Alam sehingga H Mo berharap kepada para camat agar dapat berperan aktif mengajak warga masyarakat untuk bersama-sama menanam pohon, sesuai dengan seruan Presiden RI agar dapat melakukan penanaman pohon sebanyak 25 batang setiap orang.
“Dalam kaitan itu pula, kegiatan penanaman tanaman kayu putih dengan tumpangsari tanaman jagung ini, dapat menjadi contoh agar kita dapat mempertahankan lapisan permukaan tanah yang subur dengan pola tumpangsari, yang bermanfaat bagi masyarakat dan kedepanmya dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan daerah. Terkait penanaman jagung yang sedang marak akhir-akhir ini, harus tetap diperhatikan lokasi penanaman agar tidak merusak hutan dan lingkungan,” ujar H Mo.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir Madani Mukarom MSi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan masyarakat Sumbawa serta TNI/Polri yang selama ini membangun kebersamaan menjaga hutan, sehingga mampu mengurangi laju ilegal loging dan perambahan liar.
Disampaikan pula pembangunan hutan dengan menggalakkan rehabilitasi hutan melalui partisipasi masyarakat untuk menanam dan membangun hutan rakyat maupun kawasan hutan, telah dilakukan Pemprov NTB, melalui KPH di seluruh wilayah provinsi dengan menyiapkan berbagai jenis bibit tanaman sebanyak 100 bibit tanaman kayu-kayuan yang dapat diakses masyarakat.
Ditambahakan Kepala KPH Puncak Ngengas Batu Lanteh, Julmansyah SHut MAP menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 200 orang dengan jumlah bibit tanaman kurang lebih 3 ribu bibit dan lokasi penanaman terletak di Kelompok Hutan Serading dengan fungsi sebagai hutan produksi.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk menunjukkkan pola tumpangsari tanaman kayu putih dengan tanaman jagung yang telah menjadi primadona masyarakat Sumbawa beberapa tahun terakhit ini, dan untuk membangun kesadaran para pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus, serta menunjukkan bahwa tanaman kayu putih sangat cocok dengan iklim kering seperti di Sumbawa serta toleran dengan berbagai jenis tanaman semusim dengan pola tumpangsari seperti yang ada disekitar lokasi penanaman. “Tanaman kayu putih ini tidak disukai oleh hewan ternak,” pungkas Julmansyah.