Pegawai KPK Sebut Keputusan Firli Bahuri Tidak Jelas

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Benydictus Siumlala mengatakan, surat keputusan (SK) yang dikeluarkan ketua KPK tidak jelas artinya.

    Adapun Benydictus, merupakan satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi Pegawai Negeri Sipil Negara (ASN) melalui Tes Wawasan Nasional (TWK).

    Intinya SK itu tidak jelas sama sekali. Kami disuruh serahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung, tapi tidak ada tindak lanjutnya, ”kata Benydictus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/5/2021). ).

    Diketahui bahwa Ketua KPK, Komjen Pol Firli Bahuri mengeluarkan SK Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021, yang disahkan di Jakarta pada 7 Mei 2021.

    Baca juga: Novel Baswedan Gema Tagar #BeraniJujurPecat di Twitter, Begini Sikap KPK

    Salinan yang sah ditandatangani oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK Yonathan Demme Tangdilintin.

    Keputusan tersebut berisi empat poin. Pertama, menetapkan nama-nama pegawai yang disebutkan dalam lampiran keputusan ini yang tidak memenuhi persyaratan untuk pemindahan pegawai KPK ke ASN.

    Kedua, memerintahkan pegawai sebagaimana dimaksud pada diktum pertama untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsungnya sambil menunggu keputusan selanjutnya.

    Ketiga, penetapan keterikatan pada keputusan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

    Keempat, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diperbaiki sesuai dengan itu.

    “Kami akan dipecat, dididik, diuji ulang, atau bahkan diputuskan melanggar kode etik, atau apa? Tidak jelas. Kami tidak akan bekerja sampai kapan? Tidak jelas,” imbuhnya.




    Source