Pekan Depan, Kementerian Agama Gelar Bahtsul Masail Saat Haji Periode Pandemi

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar bahtsul Masa’il massal membahas haji saat pandemi Covid-19.

    Bahtsul Masa’il rencananya akan digelar selama tiga hari di Bogor, 27-29 April 2021.

    Plt Dirjen Haji dan Umrah Khoizi H Dasir mengatakan bahtsul Masa’il digelar sebagai bagian dari mitigasi yang disiapkan Kementerian Agama dalam hal pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada 1442 H / 2021 M.

    Baca juga: Dubes Arab Saudi Mengkonfirmasi Akan Ada Haji pada 2021

    “Sebagai bagian dari persiapan mitigasi, kami akan menggelar bahtsul Masa’il untuk membahas sejumlah potensi isu hukum agama atau fiqh terkait ritual haji saat pandemi,” kata Khoirizi dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021). .

    “Hingga saat ini belum ada informasi resmi dari pihak Saudi terkait pelaksanaan haji. Bahtsul Masa’il ini digelar sebagai persiapan mitigasi jika diputuskan pemberangkatan nanti,” tambah Khoirizi.

    Menurut Khoirizi, pandemi Covid-19 akan berdampak pada sejumlah penyesuaian dalam ritual haji.

    Penyesuaian tersebut akan ditinjau dan dibahas bersama, baik dari aspek kebijakan pemerintah Indonesia maupun Saudi, serta aspek hukum fiqh.

    Baca juga: Wakil Menteri Agama Jelaskan Alasan Biaya Haji di Tahun 2021 Meningkat

    Misalnya, jika Saudi menetapkan tinggal di Madinah hanya enam hari, tentu Arbain tidak bisa berada di sana. Kami akan membahas ini. Begitu juga kebijakan Saudi lainnya yang memerlukan penyesuaian ritual haji karena kondisi pandemi juga akan dibahas. , “kata Khoirizi.

    Bahstul Masa’il melibatkan para ahli di bidangnya, baik kesehatan maupun fiqh. Forum ini menghadirkan pembicara dari internal Kementerian Agama, Puskesmas Haji Kementerian Kesehatan, MUI, dan akademisi.

    Para ahli akan merumuskan skema ritual haji saat terjadi pandemi sehingga bisa dijadikan pedoman bagi jamaah.

    “Hasil formula bahtsul masa’il ini nantinya akan diterbitkan sebagai buku tentang Haji Manasik di Masa Pandemi sehingga bisa dijadikan pedoman bagi jamaah,” pungkas Khoirizi.




    Source